Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Arkeolog Temukan Gigi Hiu 7.000 Tahun di Sulawesi, Bukti Senjata Ritual Asia-Pasifik

Prisilia Rumengan • Senin, 9 Desember 2024 | 19:48 WIB
Gigi hiu macan yang telah dimodifikasi ditemukan pada lapisan berusia 7.000 tahun di Leang Panninge (atas) dan Leang Bulu
Gigi hiu macan yang telah dimodifikasi ditemukan pada lapisan berusia 7.000 tahun di Leang Panninge (atas) dan Leang Bulu

RADARPAPUA - Penelitian arkeologi di Pulau Sulawesi, Indonesia, menemukan artefak unik berupa dua gigi hiu harimau yang telah dimodifikasi menjadi pisau sekitar 7.000 tahun lalu.

Temuan ini, yang dilaporkan dalam jurnal Antiquity, memberikan bukti awal penggunaan gigi hiu sebagai senjata komposit, senjata yang terdiri dari beberapa bagian.

Hingga kini, senjata serupa dengan usia tertua tercatat sekitar 5.000 tahun.

Ditemukan dalam program penelitian bersama Indonesia-Australia, kedua gigi ini ditemukan di situs gua Leang Panninge dan Leang Bulu’ Sipong 1, wilayah budaya Toalean di Sulawesi Selatan.

Budaya ini merupakan masyarakat pemburu-pengumpul yang hidup sekitar 8.000 tahun lalu.

Gigi hiu tersebut berasal dari hiu harimau sepanjang 2 meter dan menunjukkan lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk pengikat.

Metode dan Fungsi Pisau Gigi Hiu

Melalui analisis mikroskopis, diketahui gigi-gigi ini diikat menggunakan benang berbahan tumbuhan dan perekat alami yang terbuat dari kombinasi bahan mineral, tumbuhan, dan hewan.

Teknologi ini mirip dengan teknik pada pisau gigi hiu modern di Pasifik. Gigi tersebut digunakan untuk menusuk, memotong, dan mengikis daging atau tulang, namun kerusakan yang terlihat lebih besar daripada kerusakan alami akibat makan.

Eksperimen menunjukkan bahwa pisau gigi hiu efektif menciptakan luka mendalam, tetapi tumpul dengan cepat.

Ini membuatnya lebih cocok digunakan dalam konflik dan ritual daripada alat sehari-hari.

Senjata Ritual di Berbagai Budaya

Di masa kini, budaya pesisir yang sering berburu hiu cenderung memanfaatkan gigi hiu untuk alat atau senjata ritual.

Di Kiribati, misalnya, senjata seperti pedang dan tombak gigi hiu digunakan dalam konflik ritual.

Serupa, senjata berbahan gigi hiu ditemukan di New Guinea, Polinesia, hingga Hawai’i, sering kali terkait dengan pertumpahan darah ritual atau pemakaman adat.

Penemuan gigi hiu ini di Sulawesi memberikan perspektif baru tentang penggunaan awal senjata berbahan gigi hiu di wilayah Asia-Pasifik.

Tidak hanya menunjukkan kecanggihan teknologi masyarakat prasejarah, temuan ini juga mengungkap peran ritual dan simbolis gigi hiu dalam budaya masa lalu.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #Penemuan mengejutkan #Indonesia #hiu #arkeolog #penemuan #Gigi Hiu #senjata