RADARPAPUA - Penelitian baru menunjukkan bahwa kemampuan dasar yang mendasari bahasa manusia dan budaya teknologi mungkin telah berevolusi sebelum manusia dan kera besar bercabang jutaan tahun lalu. Studi yang akan diterbitkan di jurnal PeerJ ini, dipimpin oleh Universitas Oxford bersama kolaborator internasional, meneliti perilaku simpanse liar di Hutan Bossou, Guinea. Para peneliti menemukan bahwa simpanse menggunakan alat dengan cara yang menyerupai pengorganisasian perilaku manusia.
Salah satu fokus penelitian adalah kemampuan simpanse untuk memecahkan kacang dengan palu dan landasan batu, salah satu perilaku penggunaan alat yang paling kompleks dalam dunia hewan liar. Dengan menganalisis lebih dari 8.260 aksi dalam video yang direkam selama beberapa dekade, ditemukan bahwa simpanse mengatur aksi mereka dalam urutan yang fleksibel dan terencana, serupa dengan cara manusia menjalankan tugas-tugas kompleks seperti membuat teh. Mereka bahkan mampu menghentikan aksi untuk menyesuaikan alat sebelum melanjutkan, menandakan kemampuan adaptasi teknis seperti manusia.
Menariknya, meski sebagian besar simpanse menunjukkan pola pengorganisasian perilaku yang mirip manusia, variasi antar individu tetap ada. Hal ini menunjukkan bahwa strategi ini mungkin tidak sepenuhnya universal seperti pada manusia. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa kemampuan mengorganisasi tindakan secara fleksibel mungkin telah berevolusi sebelum nenek moyang bersama manusia dan simpanse, dan kemudian berkembang lebih lanjut dalam evolusi manusia.
Temuan ini juga memperkuat hubungan antara evolusi bahasa dan penggunaan alat pada manusia purba. Seperti yang diungkapkan oleh Profesor Thibaud Gruber dari Universitas Jenewa, "Ada minat baru dalam hubungan antara evolusi bahasa dan penggunaan alat batu pada manusia, dan penelitian kami berkontribusi pada perdebatan ini." Selain itu, studi ini menyoroti pentingnya pelestarian budaya hewan liar, seperti penggunaan alat oleh simpanse di Afrika Barat, yang terancam punah.
Ke depan, penelitian ini akan menggali lebih dalam bagaimana simpanse mengelompokkan tindakan mereka menjadi struktur yang lebih tinggi selama penggunaan alat. Hal ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang evolusi manusia tetapi juga mempertegas pentingnya memahami perilaku teknis pada kerabat terdekat kita.(aj)
Editor : Prisilia Rumengan