Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dari Tradisi Kuno hingga Rockefeller Center, Kisah Panjang Pohon Natal

Prisilia Rumengan • Kamis, 12 Desember 2024 | 14:12 WIB
Ilustrasi (canva.com)
Ilustrasi (canva.com)

RADARPAPUA – Tradisi memasang pohon Natal, meski rumit dan penuh tantangan, memiliki sejarah panjang sebagai simbol harapan di musim dingin.

Perayaan ini bermula dari budaya agraris kuno yang menghormati solstis musim dingin, ketika pohon hijau abadi menjadi lambang kehidupan di tengah kegelapan.

Pada zaman dahulu, banyak masyarakat agraris memuja dewa matahari seperti Sol di Norwegia, Helios di Yunani, atau Huitzilopochtli di Aztek.

Perayaan solstis musim dingin seperti Shab-e Yalda di Persia dan Dongzhi di Tiongkok menampilkan elemen pohon hijau, termasuk palem dan karangan bunga.

Ketika tradisi Natal mulai berkembang, banyak kebiasaan solstis diadaptasi, termasuk penggunaan pohon fir.

Tradisi pohon Natal modern berakar dari Jerman abad ke-16, di mana Martin Luther memperkenalkan lilin pada pohon fir. Namun, tradisi ini sempat dilarang oleh Puritan Inggris dan kolonis Amerika pada abad ke-17.

Revolusi datang di era Ratu Victoria, yang memopulerkan pohon Natal dalam keluarga kerajaan Inggris.

Gambar keluarga Victoria menghias pohon di Windsor Castle pada 1848 memicu adopsi luas di Inggris dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya. Di Amerika Serikat, Sarah Hale, editor majalah Godey’s Lady’s Book, mempromosikan pohon Natal sebagai bagian dari perayaan keluarga.

Pada abad ke-20, pohon Natal mulai menghiasi ruang publik seperti Gedung Putih pada 1923 dan Rockefeller Center selama Depresi Besar.

Tradisi ini meluas ke seluruh dunia, termasuk di tempat-tempat non-Kristen seperti Dubai, Tokyo, dan Hong Kong.

Saat ini, pohon Natal adalah simbol universal yang melampaui agama, melambangkan harapan dan terang di saat-saat tergelap tahun ini.

Seperti lingkaran penuh, pohon ini kembali kepada esensinya: perayaan kehidupan di tengah musim dingin.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#pohon #natal #Christmas #tradisi #sejarah #pohon natal