Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Awal Manusia Modern di Eropa: Hubungan dengan Neanderthal

Richard Lawongan • Jumat, 13 Desember 2024 | 11:29 WIB
Ilustrasi Zlatý kůň, yang berasal dari populasi yang sama dengan individu Ranis dan berkerabat dekat dengan keduanya.
Ilustrasi Zlatý kůň, yang berasal dari populasi yang sama dengan individu Ranis dan berkerabat dekat dengan keduanya.

RADARPAPUA - Sekitar 45.000 tahun lalu, manusia modern yang pertama kali meninggalkan Afrika menjelajah Eropa dan bertemu Neanderthal. Sebuah penelitian terbaru menganalisis DNA kuno dari tengkorak di Zlatý kůň, Ceko, dan tulang manusia purba di Ranis, Jerman. Hasilnya mengungkap hubungan genetik yang mengejutkan antara kedua lokasi ini, yang mencerminkan kehidupan awal manusia modern di Eropa.

Penelitian menemukan bahwa individu dari Zlatý kůň dan Ranis memiliki hubungan genetik tingkat kelima atau keenam, menunjukkan mereka berasal dari kelompok populasi yang sama. Kelompok ini, yang dikenal sebagai populasi Zlatý kůň/Ranis, hidup di bentang alam terbuka Eropa dan mungkin memproduksi alat batu khas budaya Lincombian-Ranisian-Jerzmanowician (LRJ). Penelitian juga mengungkap mereka memiliki ciri fisik seperti kulit gelap, rambut gelap, dan mata coklat, menunjukkan asal-usul Afrika mereka.

Uniknya, populasi ini tidak menunjukkan bukti pencampuran genetik baru dengan Neanderthal setelah tiba di Eropa. Hal ini berbeda dengan kelompok manusia modern lainnya yang tiba kemudian dan membawa gen Neanderthal. Populasi Zlatý kůň/Ranis mungkin menempuh jalur migrasi berbeda atau tidak banyak berinteraksi dengan wilayah yang dihuni Neanderthal.

Studi ini juga menemukan bahwa populasi Zlatý kůň/Ranis merupakan kelompok manusia modern pertama yang terpisah dari populasi utama manusia modern di luar Afrika. Meski begitu, mereka masih berbagi jejak pencampuran Neanderthal kuno yang ditemukan pada semua populasi non-Afrika masa kini, diperkirakan terjadi antara 45.000 hingga 49.000 tahun lalu.

Penelitian ini membuka wawasan baru tentang sejarah manusia modern di Eropa. Selain menggambarkan bagaimana mereka hidup dan berpindah, temuan ini menyoroti bagaimana populasi kecil ini, meski tidak bertahan lama, menjadi bagian penting dalam memahami evolusi manusia dan hubungan kita dengan Neanderthal.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#DNA kuno #evolusi manusia #ZlatyKun #arkeologi #Neanderthal