Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dampak Perubahan Iklim 250 Juta Tahun Lalu dan Kehancuran Spesies di Zaman Permian

Prisilia Rumengan • Jumat, 13 Desember 2024 | 15:02 WIB
Ilustrasi ( credit: Roger Harris/SPL/Getty Images)
Ilustrasi ( credit: Roger Harris/SPL/Getty Images)

RADARPAPUA - Kepunahan massal yang terjadi 250 juta tahun lalu, dikenal sebagai "The Great Dying," menjadi titik balik besar dalam sejarah kehidupan di Bumi.

Peristiwa ini memusnahkan 90% spesies, termasuk 96% organisme laut dan sebagian besar amfibi, reptil, hingga serangga. Tragedi ini diakibatkan oleh lonjakan karbon dioksida, peningkatan suhu global, dan penurunan kadar oksigen atmosfer.

Pada masa itu, Bumi mengalami perubahan besar. Periode Paleozoik yang dimulai 540 juta tahun lalu mencatat perkembangan kehidupan kompleks seperti moluska, krustasea, dan berbagai organisme multiseluler.

Namun, pada akhir era Permian, kondisi lingkungan memburuk drastis. Penyatuan daratan menjadi satu superkontinen, Pangea, menyebabkan iklim ekstrem dengan kelembapan rendah di pusat benua.

Kondisi ini diperburuk oleh penggundulan hutan yang sebelumnya menyerap karbon. Penurunan oksigen atmosfer hingga 15% membuat banyak spesies tidak mampu bertahan hidup.

Synapsida, nenek moyang mamalia, yang sebelumnya mendominasi kehidupan darat, kalah oleh kelompok diapsida, termasuk reptil awal dan dinosaurus. Adaptasi mereka terhadap oksigen rendah memberi keuntungan besar dalam menghadapi lingkungan baru.

Di sisi lain, hanya sedikit proto-mamalia yang mampu bertahan, termasuk Cynodontia, nenek moyang semua mamalia modern.

Meskipun awalnya berukuran besar, mereka berevolusi menjadi makhluk kecil yang lebih cocok untuk bersembunyi dari predator.

Dari kehancuran besar ini, lahirlah dominasi dinosaurus. Adaptasi unik mereka terhadap oksigen rendah membuka jalan bagi mereka untuk menjadi penguasa Bumi selama jutaan tahun berikutnya.

Kisah ini adalah pengingat akan dampak besar perubahan iklim terhadap kehidupan, baik di masa lalu maupun masa kini.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#iklim #Kepunahan #arkeolog #penemuan #dinosaurus #sejarah #Ekstrim