Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengungkap Peran Penting Hazelnut dalam Tradisi dan Keberlanjutan Masyarakat Adat

Richard Lawongan • Rabu, 18 Desember 2024 | 17:56 WIB

Kemiri Paruh (Corylus cornuta)
Kemiri Paruh (Corylus cornuta)

RADARPAPUA - Penelitian inovatif yang dipimpin oleh Chelsey Geralda Armstrong dari Simon Fraser University mengungkap bagaimana masyarakat adat di British Columbia, Kanada, telah membudidayakan hazelnut beaked (Corylus cornuta) selama ribuan tahun. Studi ini menunjukkan bahwa masyarakat adat tidak hanya hidup dari hasil alam, tetapi juga aktif mengelola lingkungan mereka, menantang narasi kolonial tentang "alam liar" yang tidak tersentuh.

Melalui tradisi lisan dan analisis genetika, tim Armstrong menemukan bahwa hazelnut digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari makanan, obat-obatan, hingga bahan kerajinan. Hazelnut ini bahkan menjadi komoditas penting yang diperdagangkan antar komunitas, membuktikan adanya praktik transplantasi tanaman hingga ratusan kilometer. Hal ini terlihat dari pola genetika yang menghubungkan populasi hazelnut dengan wilayah asal masyarakat adat seperti Gitxsan, Ts’msyen, dan Nisga’a.

Penemuan ini juga mendukung klaim masyarakat adat atas tanah mereka, dengan bukti genetika yang menunjukkan hubungan erat antara tanaman dan pengelolaan tradisional. Analisis DNA hazelnut menunjukkan bahwa masyarakat adat secara aktif meningkatkan keragaman genetika tanaman ini, suatu pendekatan yang sangat relevan untuk keberlanjutan lingkungan modern.

Armstrong menekankan bahwa pemisahan masyarakat adat dari tanah mereka oleh kolonialisme telah mengaburkan kontribusi mereka dalam membentuk lanskap yang kita lihat hari ini. Dengan mengungkap sejarah bersama antara manusia dan tanaman, penelitian ini menggarisbawahi metode efektif pengelolaan lingkungan yang telah berlangsung selama ribuan tahun.

Menurut Jesse Stoeppler, seorang pengelola tanah adat Gitxsan, memahami tradisi ini sangat penting untuk mendukung keamanan pangan dan ekonomi lokal. "Masa depan kita ada dalam masa lalu kita," kata Stoeppler. Dengan kembali pada praktik tradisional ini, masyarakat adat dapat menemukan solusi untuk tantangan masa kini, menciptakan keberlanjutan bagi generasi mendatang.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#hazelnut #KeamananPangan #Keberlanjutan #Tradisi Lokal #masyarakat adat