Misteri Kepunahan Dinosaurus: Meteor atau Vulkanisme?
Richard Lawongan• Kamis, 19 Desember 2024 | 13:38 WIB
Gambar Ilustrasi
RADARPAPUA - Selama beberapa dekade, para ilmuwan berdebat tentang penyebab utama kepunahan dinosaurus 66 juta tahun lalu. Apakah asteroid Chicxulub di Teluk Meksiko yang menjadi akhir dari zaman dinosaurus, atau apakah letusan vulkanik besar di India juga turut berperan? Penelitian terbaru oleh ilmuwan dari Utrecht University dan University of Manchester memberikan jawaban yang semakin jelas: asteroid adalah penyebab utama, sementara efek vulkanisme hanya memiliki dampak kecil.
Para ilmuwan menganalisis gambut purba dari Amerika Serikat untuk merekonstruksi suhu udara selama periode letusan vulkanik hingga dampak meteor. Hasil penelitian menunjukkan letusan besar di India terjadi sekitar 30.000 tahun sebelum meteor menghantam. Letusan ini menyebabkan pendinginan global hingga 5°C akibat emisi sulfur yang menghalangi sinar matahari. Namun, suhu kembali stabil sekitar 20.000 tahun sebelum dampak meteor, bahkan mengalami pemanasan global yang dipicu oleh emisi CO2 vulkanik.
Meskipun vulkanisme berdampak besar pada iklim dan ekosistem, efek ini telah mereda jauh sebelum asteroid Chicxulub menghantam Bumi. Dampak meteor memicu serangkaian bencana dahsyat, termasuk kebakaran besar, gempa bumi, tsunami, dan "musim dingin dampak" yang menghancurkan ekosistem. “Asteroid adalah pukulan mematikan terakhir bagi dinosaurus,” kata Rhodri Jerrett dari University of Manchester.
Metode penelitian menggunakan molekul khusus dari bakteri dalam gambut purba memungkinkan para ilmuwan menciptakan "garis waktu suhu" yang detail sebelum kepunahan dinosaurus. Metode ini membuka peluang untuk memahami perubahan iklim pada periode kritis lainnya dalam sejarah Bumi.
Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun vulkanisme memainkan peran kecil, asteroid Chicxulub adalah penyebab utama kepunahan dinosaurus. Penemuan ini membantu memperjelas salah satu misteri terbesar dalam sejarah planet kita.(aj)