Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pengorbanan Kuda dan Manusia Terungkap di Makam Kuno Berusia 2.800 Tahun di Siberia

Prisilia Rumengan • Sabtu, 21 Desember 2024 | 20:25 WIB
Kerangka kuda dari Zaman Besi Awal yang ditemukan di sebuah kurgan di Tuva, Siberia.
Kerangka kuda dari Zaman Besi Awal yang ditemukan di sebuah kurgan di Tuva, Siberia.

RADARPAPUA - Sebuah makam kuno berusia 2.800 tahun yang ditemukan di Tuva, Siberia, membuka tabir mengenai awal mula budaya Scythian, salah satu masyarakat kuno yang terkenal dengan seni, pengorbanan ritual, dan tradisi berkuda.

Ditemukan dalam sebuah kurgan atau gundukan makam besar, situs ini menyimpan sisa-sisa seorang elit bersama dengan setidaknya satu manusia dan puluhan kuda yang dikorbankan.

Penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2023 di jurnal Antiquity menunjukkan bahwa makam ini berasal dari transisi Zaman Perunggu ke Zaman Besi, salah satu yang paling awal mencerminkan praktik penguburan khas Scythian.

Penemuan ini memberikan gambaran mendalam mengenai budaya masyarakat nomaden yang tersebar ribuan mil ke barat.

Gino Caspari, salah satu peneliti dari Max Planck Institute of Geoanthropology, mengungkapkan bahwa makam Tunnug 1 adalah salah satu pemakaman elit tertinggi.

"Kami menemukan 18 kuda dalam penelitian awal, tetapi kemudian kami mengidentifikasi puluhan lainnya," ujar Caspari.

Makam di "Siberian Valley of the Kings"

Penggalian dilakukan di sebuah lembah yang dijuluki "Siberian Valley of the Kings" karena dipenuhi ribuan kurgan serupa.

Melalui penanggalan radiokarbon, kurgan ini dipastikan berasal dari akhir abad ke-9 SM, menjadikannya salah satu makam tertua dengan tradisi penguburan ala Scythian.

Tradisi ini terkenal melalui catatan Herodotus, sejarawan Yunani kuno, yang menjelaskan pengorbanan manusia dan kuda untuk menghormati para bangsawan Scythian.

Kuda-kuda yang dikorbankan biasanya tidak dipilih dari yang terbaik, melainkan dari yang matang secara usia, dengan rentang umur 9–15 tahun dan beberapa bahkan lebih dari 20 tahun.

"Ritual ini menciptakan pemandangan dramatis di sekitar makam dengan korban manusia dan kuda yang disusun seperti sedang berparade," jelas Caspari.

Namun, kerangka kayu dan tulang yang membusuk selama ribuan tahun membuat penataan asli sulit untuk direkonstruksi.

Penelitian di situs Tunnug 1 masih berlanjut, dan para arkeolog berharap untuk menemukan lebih banyak petunjuk tentang tradisi unik ini.

Walaupun tulang-tulang manusia yang ditemukan tidak menunjukkan tanda-tanda trauma, kemungkinan besar mereka adalah pelayan atau penjaga yang dikorbankan untuk menemani individu elit di kehidupan setelah kematian.

Dengan penemuan ini, makam Tunnug 1 menawarkan wawasan baru mengenai awal budaya Scythian, menjembatani kekosongan sejarah masyarakat tanpa catatan tertulis yang hanya dikenal dari kesaksian orang lain.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Makam elit #makam kuno #Pengorbanan #arkeolog #budaya #Scythian #kuda #manusia