RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari Virginia Tech mengungkap pola evolusi kehidupan kuno yang lebih lambat namun bertahan lebih lama sebelum percepatan besar-besaran setelah zaman es global. Studi yang diterbitkan di jurnal Science ini memperluas pemahaman kita tentang kehidupan kuno hingga 2 miliar tahun yang lalu, jauh sebelum dinosaurus.
Grafik evolusi yang dibuat dalam penelitian ini mencakup Proterozoikum, eon yang berlangsung antara 2,5 miliar hingga 539 juta tahun lalu. Selama periode ini, kehidupan didominasi oleh eukariota laut—organisme dengan sel berinti—yang kemudian berevolusi menjadi tanaman, hewan, dan jamur. Namun, sebelum zaman es global, evolusi berlangsung lambat selama "miliar tahun yang membosankan" (boring billion).
Kecepatan evolusi berubah drastis setelah peristiwa Snowball Earth, di mana Bumi terkunci dalam lapisan es antara 720 hingga 635 juta tahun lalu. Setelah es mencair, aktivitas evolusi melonjak dengan tingkat pergantian spesies yang cepat. Penemuan ini menyoroti dampak besar zaman es terhadap jalur evolusi kehidupan di Bumi.
Temuan ini memunculkan banyak pertanyaan baru: Mengapa evolusi begitu lambat selama "boring billion"? Apa yang memicu percepatan evolusi setelah zaman es? Apakah faktor lingkungan seperti perubahan iklim dan kadar oksigen berperan? Atau mungkin kompetisi antarorganisme yang mendorong evolusi lebih cepat?
Studi ini menawarkan wawasan penting tentang hubungan kompleks antara evolusi kehidupan dan perubahan lingkungan Bumi. Dengan pola kuantitatif yang dihasilkan, penelitian masa depan dapat mengungkap lebih dalam bagaimana kehidupan dan Bumi saling memengaruhi selama miliaran tahun.(aj)
Editor : Richard Lawongan