Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengungkap Rahasia: Wajah 'Kecebong Pembunuh' Purba Sepanjang 3 Meter yang Hidup Sebelum Dinosaurus

Richard Lawongan • Senin, 23 Desember 2024 | 22:12 WIB

Crassigyrinus scoticus hidup 330 juta tahun yang lalu di lahan basah di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Skotlandia dan Amerika Utara.
Crassigyrinus scoticus hidup 330 juta tahun yang lalu di lahan basah di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Skotlandia dan Amerika Utara.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan berhasil merekonstruksi wajah seekor makhluk purba yang hidup 330 juta tahun lalu, sebelum dinosaurus ada di Bumi. Makhluk ini mirip buaya dan disebut Crassigyrinus scoticus. Dengan menggunakan teknologi canggih seperti pemindaian CT dan visualisasi 3D, para ilmuwan menyusun kembali pecahan fosil tengkorak yang sebelumnya remuk.

C. scoticus adalah hewan bertulang belakang dengan empat kaki (tetrapoda). Tetrapoda adalah hewan yang pertama kali berpindah dari air ke darat sekitar 400 juta tahun lalu. Namun, tidak seperti kerabatnya, C. scoticus tetap hidup di air, khususnya di rawa-rawa yang lama-kelamaan menjadi batu bara, di wilayah yang sekarang disebut Skotlandia dan Amerika Utara.

Penelitian terbaru menunjukkan hewan ini memiliki tubuh pipih, kaki pendek, gigi besar, dan rahang kuat, mirip dengan buaya. Panjang tubuhnya sekitar 2-3 meter, ukuran yang cukup besar untuk zamannya. Menurut peneliti utama, Laura Porro dari University College London, hewan ini kemungkinan berburu dengan cara mengintai mangsa dari bawah permukaan air, mirip dengan buaya modern.

Rekonstruksi tengkorak C. scoticus dari fragmen tulang yang hancur.
Rekonstruksi tengkorak C. scoticus dari fragmen tulang yang hancur.

C. scoticus juga memiliki mata besar untuk melihat di air keruh dan garis lateral di tubuhnya, yaitu sistem sensorik yang membantu mendeteksi getaran di air. Para ilmuwan menduga hewan ini mungkin memiliki organ khusus, seperti organ Jacobson atau organ rostral, untuk mendeteksi bau atau medan listrik, yang memudahkannya berburu.

Dulu, para ilmuwan mengira C. scoticus memiliki tengkorak tinggi seperti belut Moray. Namun, hasil rekonstruksi terbaru menunjukkan bentuk tengkoraknya lebih menyerupai buaya modern. Untuk merekonstruksi tengkoraknya, para peneliti menyusun fosil seperti menyusun puzzle 3D menggunakan CT scan dari empat spesimen berbeda.

Penelitian ini dipublikasikan pada 2 Mei di jurnal Journal of Vertebrate Palaeontology. Langkah selanjutnya, para peneliti berencana melakukan simulasi biomekanik untuk memahami lebih dalam kemampuan hewan purba ini. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Predator rawa #hewan prasejarah #Rekonstruksi tengkorak #Hewan mirip buaya #Evolusi hewan #Crassigyrinus scoticus #Fosil purba #Tetrapoda purba #Kecebong pembunuh #Teknologi CT Scan