RADARPAPUA – Tahun lalu, para penggemar detektor logam menemukan artefak menarik di peternakan Skumsnes, di pantai barat Norwegia.
Penemuan itu, berupa koin, bros, dan fragmen tekstil, kini dikonfirmasi sebagai bagian dari situs pemakaman Zaman Viking oleh arkeolog dari Universitas Bergen.
Diperkirakan ada hingga 20 makam di lokasi tersebut.
Tiga makam yang digali musim gugur ini mengungkap cerita menarik. Makam pertama milik seorang wanita yang dikubur dalam celah batu yang ditutup dengan batuan.
Perhiasan dan bros khas wanita Viking, termasuk beberapa yang berasal dari Inggris dan Irlandia, menunjukkan adanya hubungan internasional.
Makam kedua milik wanita berpangkat tinggi yang dikubur bersama perahu sepanjang empat meter.
Artefaknya meliputi 46 manik kaca, 11 koin perak, alat tenun, dan sebuah kunci perunggu, menunjukkan peran sebagai kepala rumah tangga sekaligus pengelola tekstil.
Salah satu koin langka dari Hedeby, Denmark, menjadi penemuan paling menonjol.
"Koin ini menghubungkan kita dengan perdagangan dan jaringan luas Zaman Viking," ujar Søren Diinhoff, arkeolog dari Universitas Bergen.
Namun, tidak ditemukan sisa-sisa manusia di ketiga makam itu, kemungkinan karena tanah di wilayah tersebut mengurai tulang.
Sebuah teori menyebut salah satu makam mungkin hanya cenotaph, atau tugu peringatan.
Penemuan ini juga mencerminkan status sosial para wanita. "Tekstil menjadi simbol kekayaan dan alat untuk meningkatkan status sosial," kata Diinhoff. Sementara itu, transformasi koin dan perlengkapan militer menjadi perhiasan menunjukkan inovasi budaya.
Meskipun banyak makam ditemukan di lokasi lain di Norwegia tahun ini, masih banyak yang hilang karena kurangnya pelaporan.
Diinhoff mendorong pemilik tanah untuk melaporkan temuan semacam ini karena penggalian sepenuhnya didanai oleh pemerintah.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan