Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Makhluk Mirip Salamander Berusia 240 Juta Tahun Ditemukan di Batu untuk Dinding Taman

Richard Lawongan • Selasa, 24 Desember 2024 | 23:34 WIB

Spesies yang baru dideskripsikan, Arenaerpeton supinatus, tampak seperti salamander raksasa Cina (Andrias davidianus).
Spesies yang baru dideskripsikan, Arenaerpeton supinatus, tampak seperti salamander raksasa Cina (Andrias davidianus).

RADARPAPUA -
Para ilmuwan menemukan fosil hewan mirip salamander raksasa yang hidup 240 juta tahun lalu. Fosil ini ditemukan di Australia, di dalam batu yang awalnya akan digunakan untuk membangun dinding taman. Makhluk ini diberi nama Arenaerpeton supinatus, yang berarti "penggeliat pasir terlentang." Hewan ini panjangnya sekitar 1,2 meter dan hidup di sungai pada Zaman Trias, sekitar 251-201 juta tahun lalu.

Penemuan ini termasuk kelompok hewan purba bernama temnospondyls, yang hidup sebelum dan saat dinosaurus ada. "Fosil ini sangat unik karena memperlihatkan sisa tubuh hewan dengan kondisi sangat baik, bahkan jejak kulitnya pun terlihat," kata Lachlan Hart, peneliti utama dari Universitas New South Wales.

Fosil tersebut ditemukan oleh seorang peternak ayam yang sudah pensiun sekitar 30 tahun lalu. Dia kemudian menyumbangkannya ke Museum Australia. Hewan ini mirip dengan salamander raksasa Cina yang ada saat ini, tetapi lebih besar dibandingkan spesies lain yang hidup di masa itu.

Batu itu mempertahankan seluruh kerangka dan bahkan garis-garis kulit makhluk itu.
Batu itu mempertahankan seluruh kerangka dan bahkan garis-garis kulit makhluk itu.

Fosil ini menunjukkan bahwa tubuh A. supinatus lebih besar dan berat dibandingkan salamander modern. Makhluk ini memiliki gigi besar seperti taring di langit-langit mulutnya, yang mungkin digunakan untuk menusuk dan merobek mangsanya, seperti ikan purba.

Temnospondyls, kelompok hewan ini, terus berkembang setelah A. supinatus punah. Beberapa jenisnya bahkan tumbuh hingga sepanjang 6 meter. Fosil-fosil mereka menunjukkan bahwa mereka berhasil bertahan melewati dua peristiwa kepunahan massal. Para ilmuwan menduga ukuran tubuh yang besar membantu mereka bertahan hidup lebih lama.

Penemuan ini memberikan wawasan menarik tentang kehidupan makhluk purba dan bagaimana mereka berkembang di masa lalu. (*)

Editor : Richard Lawongan
#hewan purba #salamander #penemuan fosil #fosil #Zaman Trias #Taring tajam #Arenaerpeton supinatus #Temnospondyls #Australia #Evolusi