RADARPAPUA - Penemuan mengejutkan fosil buaya purba dari Formasi Favret di Nevada, AS, mengubah pemahaman kita tentang kehidupan pantai selama awal Era Dinosaurus. Fosil ini, yang dinamai Benggwigwishingasuchus eremicarminis, diungkap dalam studi di Biology Letters. Penelitian ini menunjukkan bahwa selama Trias Tengah, sekitar 247-237 juta tahun lalu, kerabat buaya kuno yang dikenal sebagai pseudosuchian archosaurs menguasai wilayah pesisir, sementara laut didominasi oleh ichthyosaurus raksasa.
Yang membuat temuan ini luar biasa adalah lokasi fosilnya. Fosil tersebut ditemukan di tengah fosil makhluk laut seperti ammonit dan ichthyosaurus di Samudra Panthalassa purba. “Reaksi pertama kami adalah, ‘Apa ini sebenarnya?’” ungkap Dr. Nicole Klein dari University of Bonn. Penemuan ini adalah bukti pertama bahwa pseudosuchian juga menghuni pesisir Samudra Panthalassa, memperluas jangkauan mereka yang sebelumnya hanya diketahui di wilayah pesisir Samudra Tethys.
Selama era Trias, archosaurs, atau "reptil penguasa," terbagi menjadi dua garis keturunan: burung, yang merupakan keturunan dinosaurus, dan buaya modern yang merupakan keturunan pseudosuchian. Tidak seperti buaya modern yang serupa, kerabat kuno mereka menunjukkan keragaman luar biasa dalam ukuran dan gaya hidup. Fosil B. eremicarminis mengungkapkan bahwa pseudosuchian telah mengalami diversifikasi besar segera setelah kepunahan massal akhir Permian, meskipun banyak aspek gaya hidup mereka masih menjadi misteri.
Nama spesies ini juga memiliki makna mendalam. "Benggwi-Gwishinga," yang berarti "penangkap ikan" dalam bahasa Suku Shoshone, digabungkan dengan kata Yunani untuk Sobek, dewa buaya Mesir, menghasilkan nama genus. Sementara itu, eremicarminis, yang berarti "nyanyian gurun," menghormati pendukung paleontologi dan opera di wilayah Barat Daya AS. Kombinasi ini menciptakan nama penuh yang bermakna “Nyanyian Gurun Sang Buaya Penangkap Ikan.”
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang eksperimen ekologi reptil purba. Dengan keragaman yang mulai muncul lebih awal dari yang diperkirakan, pseudosuchian tampaknya memainkan peran penting dalam sejarah kehidupan pesisir Trias. Studi lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih banyak tentang bagaimana makhluk ini hidup dan beradaptasi di garis pantai dunia purba.(aj)
Editor : Prisilia Rumengan