Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Arkeolog Temukan Bukti Perdagangan Dupa Antara Salomo dan Saba Melalui Inskripsi Kuno di Yerusalem

Prisilia Rumengan • Senin, 30 Desember 2024 | 07:11 WIB
Prasasti tujuh huruf ini menggambarkan tanaman yang biasa digunakan untuk membuat dupa.
Prasasti tujuh huruf ini menggambarkan tanaman yang biasa digunakan untuk membuat dupa.

RADARPAPUA - Arkeolog akhirnya berhasil mengungkap misteri inskripsi kuno pada pecahan guci yang ditemukan di Ophel, Yerusalem, dan berasal dari masa pemerintahan Raja Salomo.

Penelitian yang dipublikasikan di Jerusalem Journal of Archaeology menyatakan bahwa inskripsi tersebut menggunakan aksara Arab Selatan Kuno dalam bahasa Sabaean, yang umum digunakan di Kerajaan Saba (Yaman kuno) selama era alkitabiah.

Inskripsi tersebut berbunyi "ladanum 5," merujuk pada resin labdanum (Cistus ladanifer), bahan dupa yang berasal dari tumbuhan.

Para peneliti meyakini bahwa temuan ini merupakan bukti tertua aksara Arab Selatan Kuno yang pernah ditemukan di Israel.

Pecahan guci ini ditemukan bersama enam guci besar lainnya dalam penggalian pada tahun 2012 di Ophel, yang dikenal sebagai pusat administrasi pada masa Raja Salomo.

Daniel Vainstub, arkeolog dari Universitas Ben-Gurion Negev, menjelaskan bahwa guci ini dibuat secara lokal, namun inskripsinya dibuat oleh penutur Sabaean yang memiliki posisi penting terkait perdagangan dupa.

Hal ini menunjukkan adanya hubungan erat antara Kerajaan Israel di bawah Raja Salomo dan Kerajaan Saba di Semenanjung Arab.

Kerajaan Saba dikenal sebagai penghasil utama tumbuhan untuk parfum dan dupa, sementara Kerajaan Salomo mengontrol jalur perdagangan yang melintasi Gurun Negev menuju pelabuhan di Mediterania. Jalur ini menjadi kunci perdagangan dan ekspor barang mewah.

Vainstub menambahkan bahwa penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sistem geopolitik dan hubungan budaya pada masa itu, memperkuat teori tentang jaringan perdagangan dan aliansi yang berkembang antara dua kerajaan besar ini.

Inskripsi sederhana ini, meski hanya terdiri dari dua kata, menjadi bukti berharga yang memperlihatkan hubungan erat antara Israel dan Saba, membuka lebih banyak peluang untuk memahami perdagangan dan diplomasi pada zaman kuno.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#dupa #Salomo #Saba #Inskripsi Kuno #Perdagangan #arkeolog #penemuan #guci #Yerusalem