RADARPAPUA - Arkeolog di Tiongkok telah mencatat kemajuan besar dalam penelitian mereka terhadap Dinasti Xia (2070-1600 SM), dinasti tertua yang diketahui dalam sejarah negara itu. Baru-baru ini, ditemukan struktur tanah yang dipadatkan sepanjang lebih dari 2.000 meter di Desa Gucheng, Provinsi Henan. Struktur ini diduga kuat merupakan tembok kota dari ibu kota Dinasti Xia, yang selama ini menjadi teka-teki bagi para sejarawan.
Temuan ini memberikan petunjuk baru terhadap tata kota ibu kota Erlitou, yang terletak di seberang Sungai Luohe dari situs terkenal bernama reruntuhan Erlitou. Sejak pertama kali ditemukan pada 1959, Erlitou disebut sebagai "Tiongkok paling awal" dan dianggap sangat penting dalam mempelajari asal-usul peradaban Tiongkok, perkembangan kerajaan, dan tata kota kuno.
Pentingnya temuan ini tidak hanya terletak pada ukuran struktur yang luar biasa, tetapi juga pada kemampuannya untuk mengisi kekosongan sejarah mengenai benteng kota kuno Tiongkok. Wang Wei, direktur Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Henan, menyatakan bahwa identifikasi tembok kota ini dapat mengubah pemahaman kita tentang perkembangan budaya dan tata ruang kota Erlitou.
Penggalian ini juga mengungkap tiga parit besar (G1, G2, G3) yang berasal dari periode yang sama dengan tembok tanah tersebut. Parit dan tembok ini membatasi sisi timur dan utara kota, menegaskan kemungkinan besar bahwa mereka adalah bagian dari pertahanan kota Erlitou. Penelitian lebih lanjut kini diarahkan untuk mempelajari kronologi dan perubahan sungai kuno di sekitar lokasi ini.
Penemuan ini tidak hanya memperluas pengetahuan kita tentang Dinasti Xia, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana kota-kota awal Tiongkok dirancang dan dibangun. Proyek ini menunjukkan bahwa peradaban kuno Tiongkok memiliki keterampilan luar biasa dalam teknik dan tata kota, jauh lebih maju daripada yang pernah dibayangkan sebelumnya.(aj)
Editor : Richard Lawongan