Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Mengejutkan! Gambar Tahun Baru Kuno dari Mesir Ditemukan di Atap Kuil 2.200 Tahun!

Richard Lawongan • Jumat, 3 Januari 2025 | 14:36 WIB

Orion, Sirius dan Anukis menaiki perahu sementara Nut, dewi langit, menelan matahari sore di atas mereka.
Orion, Sirius dan Anukis menaiki perahu sementara Nut, dewi langit, menelan matahari sore di atas mereka.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan baru saja menemukan gambar yang menggambarkan suasana Tahun Baru Kuno dari Mesir, yang ada di atap Kuil Esna. Kuil ini dibangun sekitar 2.200 tahun lalu dan diperbaiki sekitar 2.000 tahun yang lalu saat Romawi menguasai Mesir.

Di gambar tersebut, terlihat para dewa Mesir seperti Orion (atau Sah), Sothis, dan Anukis berada di atas perahu. Di atas mereka, ada dewi langit Nut yang menggambarkan langit malam yang ditelan. Ini adalah cerita mitologi yang berkaitan dengan Tahun Baru Kuno Mesir, menurut penjelasan dari Universitas Tübingen di Jerman yang memimpin restorasi bersama Kementerian Pariwisata dan Antikuitas Mesir.

Langit-langit kuil Mesir kuno sebelum direstorasi, tertutup debu dan jelaga selama ribuan tahun. Setelah direstorasi, ikonografi dewa Mesir berkepala empat, kemungkinan merupakan representasi dewa.
Langit-langit kuil Mesir kuno sebelum direstorasi, tertutup debu dan jelaga selama ribuan tahun. Setelah direstorasi, ikonografi dewa Mesir berkepala empat, kemungkinan merupakan representasi dewa.

Orion di gambar itu melambangkan konstelasi Orion, sementara Sothis menggambarkan bintang Sirius, yang selama 70 hari di tahun itu tidak terlihat di langit malam Mesir, dan baru muncul lagi di timur. Hari itu menandakan Tahun Baru Mesir Kuno. Pada waktu itu, Sungai Nil meluap, dan orang Mesir kuno percaya bahwa 100 hari setelah munculnya bintang Sirius, dewi Anukis bertugas mengatur air Sungai Nil yang surut.

Tahun Baru Mesir Kuno terjadi pada pertengahan Juli menurut kalender kita.

Penemuan ini adalah bagian dari proyek restorasi yang telah berlangsung selama lima tahun di Kuil Esna, yang sebelumnya tertutup oleh kotoran dan debu selama ribuan tahun. Para ilmuwan telah membersihkan atap kuil dan menemukan berbagai gambar, termasuk gambar zodiak kuno, konstelasi bintang, dewi-dewi mitologi, dan lebih dari 200 tulisan yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Setelah restorasi, kita dapat melihat representasi angin selatan sebagai singa dengan empat sayap dan kepala domba jantan.
Setelah restorasi, kita dapat melihat representasi angin selatan sebagai singa dengan empat sayap dan kepala domba jantan.

Selain itu, tim restorasi juga menemukan gambar lain di atap yang menggambarkan tubuh singa dengan empat sayap dan kepala domba, yang melambangkan "angin selatan". Dalam mitologi Mesir kuno, angin selatan terkait dengan panas yang sangat terik, dan singa mungkin menggambarkan kekuatan panas tersebut.

Sekarang, setelah atap selesai direstorasi, tim sedang membersihkan dinding dan kolom kuil, yang diharapkan akan mengungkapkan warna dan detail gambar lainnya, seperti "takhta para dewa" dan pakaian mereka. (*)

 
Editor : Richard Lawongan
#sungai nil #Anukis #Restorasi Kuil #Dewa Mesir #Orion #Tahun Baru Mesir Kuno #Penemuan Arkeologi #Kuil Esna #mitologi mesir #sirius