RADARPAPUA - Para peneliti berhasil memecahkan sebagian tulisan kuno yang disebut "skrip Kushan." Tulisan ini sudah membingungkan para ahli bahasa sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1950-an.
Mereka memecahkan skrip ini dengan bantuan ukiran batu di dekat Almosi Gorge, Tajikistan, yang ditemukan tahun 2022. Ukiran tersebut mengandung bagian dalam bahasa kuno yang sudah punah, yaitu bahasa Bactrian.
"Skrip Kushan digunakan untuk menulis bahasa Iran Kuno yang belum dikenal sebelumnya," kata Svenja Bonmann, seorang ahli bahasa di Universitas Cologne, Jerman, dalam video yang dirilis pada 13 Juli.
Bahasa ini kemungkinan menjadi salah satu bahasa resmi Kekaisaran Kushan, yang menguasai Asia Tengah dan India barat laut sekitar tahun 200 SM hingga 700 M. Pada masa kejayaannya, Kekaisaran Kushan hidup berdampingan dengan Kekaisaran Romawi. Kelompok nomaden Eurasia yang tinggal di Kekaisaran Kushan, dikenal sebagai "Tocharians," mungkin juga menggunakan bahasa ini. Para peneliti memberi nama bahasa ini "Eteo-Tocharian," yang berarti "Tocharian asli."
Kenapa Skrip Ini Sulit Dipahami?
Banyak teks yang ditulis menggunakan skrip Kushan hilang karena waktu. Sebagian besar mungkin ditulis di bahan organik seperti daun atau kulit pohon, yang mudah membusuk. Namun, beberapa karakter yang diukir di dinding gua atau dicat di keramik berhasil bertahan.
Sejak tahun 1950-an, para arkeolog telah menemukan puluhan ukiran di Tajikistan, Afghanistan, dan Uzbekistan. Meski begitu, para peneliti dari Prancis dan Rusia sebelumnya hanya sedikit berhasil memecahkan tulisan ini.
Bagaimana Mereka Memecahkannya?
Dalam penelitian yang diterbitkan pada 12 Juli, Bonmann dan timnya memanfaatkan ukiran "bilingual" — teks dengan dua bahasa — yang ditemukan di Almosi Gorge dan Afghanistan. Dengan membandingkan teks-teks ini, mereka mulai memahami arti huruf dalam skrip Kushan.
Salah satu petunjuk penting adalah teks yang menyebut Kaisar Kushan, Vema Takhtu, sebagai "raja segala raja." Dari situ, mereka menemukan cara membaca sebagian besar huruf dalam skrip ini.
Penemuan ini membantu menjelaskan lebih dari separuh simbol dalam skrip Kushan. Para peneliti berharap bisa menemukan lebih banyak ukiran serupa untuk memahami seluruh isi tulisan ini.
Penemuan ini membuka jalan untuk memahami sejarah Kekaisaran Kushan lebih baik, termasuk bahasa yang mereka gunakan. Skrip Kushan kini mulai "berbicara" setelah berabad-abad lamanya. (*)