RADARPAPUA - Makam kaisar Tiongkok yang berusia 1.400 tahun mengungkap perebutan kekuasaan antara saudara-saudara kerajaan dan seorang panglima perang. Sebelumnya, kisah ini hanya diketahui dari catatan sejarah.
Ditemukan di Dekat Kota Xianyang
Arkeolog menemukan makam ini di dekat kota Xianyang, Provinsi Shaanxi, sekitar 900 kilometer dari Beijing. Menurut laporan kantor berita Xinhua, makam tersebut adalah milik Kaisar Xiaomin, atau Yuwen Jue, pendiri Dinasti Zhou Utara pada tahun 557.
Namun, sejarah mencatat bahwa Jue hanya memerintah selama beberapa bulan sebelum digulingkan dan dihukum mati. Ia bahkan baru diakui sebagai kaisar beberapa dekade setelah kematiannya.
Di dalam makam, terdapat prasasti yang ditulis dengan huruf merah menggunakan cinnabar (sejenis mineral). Prasasti ini menyebut Jue sebagai "Adipati Lueyang," bukan sebagai kaisar.
Makam Keluarga Kerajaan
Makam ini ditemukan di wilayah yang dikenal memiliki banyak makam bangsawan dari zaman tersebut. Sebelumnya, makam adik Jue juga ditemukan di dekat lokasi itu, sementara makam saudaranya yang lain, Yuwen Yong (Kaisar Wu), berada sekitar 8 kilometer di sebelah timur.
Makam Jue memiliki ruang berbentuk tanah sepanjang 56 meter dan sedalam 10 meter. Meski pernah dirampok, para arkeolog berhasil menemukan 146 artefak, seperti patung terakota dan tembikar.
Perebutan Kekuasaan
Prasasti di makam Jue memberikan bukti nyata tentang perebutan kekuasaan pada masa awal Dinasti Zhou Utara. Saat itu, Tiongkok terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang sering berperang.
Jue menjadi kaisar dengan bantuan sepupunya, panglima perang Yuwen Hu, setelah ayahnya, Yuwen Tai, meninggal pada tahun 556. Namun, ketika Jue berusaha melawan pengaruh Hu, ia digulingkan dan dihukum mati. Hu kemudian mengangkat saudara Jue, Yuwen Yu, sebagai kaisar berikutnya, tetapi Yu juga akhirnya diracun oleh Hu.
Perebutan kekuasaan ini berakhir ketika Yuwen Yong, saudara lain Jue, membunuh Hu pada tahun 572 dan menjadi Kaisar Wu. Setelah itu, Jue baru diakui sebagai kaisar pertama Dinasti Zhou Utara, sekitar 37 tahun setelah kematiannya.
Prasasti di makam Jue menunjukkan bahwa ia dimakamkan sebagai adipati, sesuai dengan statusnya pada saat itu, bukan sebagai kaisar. (*)
Editor : Richard Lawongan