Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Patung Perunggu Kuno Ditemukan di Ladang Inggris Mengungkap Sejarah Dewa Kesuburan

Prisilia Rumengan • Senin, 6 Januari 2025 | 17:46 WIB
Lingkaran di bagian belakang menunjukkan bahwa ini mungkin dipakai sebagai liontin lingga pada kalung.
Lingkaran di bagian belakang menunjukkan bahwa ini mungkin dipakai sebagai liontin lingga pada kalung.

RADARPAPUA - Penemuan patung perunggu unik di ladang pedesaan Inggris telah memicu perhatian publik dan komunitas arkeologi.

Patung kecil bergaya Celtic ini diperkirakan berasal dari abad ke-1 Masehi dan menggambarkan dewa kesuburan.

Temuan ini ditemukan oleh Paul Shepheard, seorang detektor logam, di desa Haconby pada tahun 2022.

Shepheard, yang telah menjalani hobi mendeteksi logam selama 25 tahun, awalnya mengira benda itu adalah bagian peralatan pertanian.

Namun, ketika membersihkan tanah yang menempel, dia menyadari bahwa patung setinggi 5,5 cm ini memiliki detail wajah dan bentuk yang tidak biasa.

“Kejutan adalah bagian terbaik dari pendeteksian logam, dan temuan ini benar-benar luar biasa,” ujarnya.

Menurut Nigel Mills, seorang spesialis dari Noonans Auctions, patung ini mungkin merupakan perwujudan dewa kesuburan yang terinspirasi dari dewa Romawi, Merkurius.

Detail seperti tas di tangan kiri dan lingga berengsel besar pada patung ini menjadi simbol perlindungan dari roh jahat.

Lingkaran di kepala patung diduga berfungsi sebagai mekanisme pengunci atau aksesori.

Namun, John Pearce, dosen arkeologi di King's College London, memiliki pandangan berbeda. Ia menduga patung itu adalah liontin yang dimaksudkan untuk dikenakan di leher.

"Ukuran besar lingga dan desain berengselnya mungkin dirancang untuk menghibur sekaligus melindungi pemiliknya dari iri hati dan mata jahat," jelasnya.

Patung ini dilelang dengan estimasi harga $960 hingga $1.440, dan hasil penjualan akan digunakan Shepheard untuk berlibur.

Meski berusia lebih dari 2.000 tahun, artefak ini tidak termasuk dalam kategori harta karun berdasarkan Undang-Undang Harta Karun Inggris tahun 1996.

Namun, Shepheard telah mendaftarkan temuannya melalui Skema Barang Antik Portabel (PAS) yang memungkinkan data artefak tersedia untuk kepentingan arkeologi.

Skema Barang Antik Portabel, yang dikelola oleh British Museum dan Museum Wales, mendorong masyarakat untuk melaporkan temuan kecil berharga.

Hingga kini, ribuan penemuan telah tercatat dan tersedia dalam basis data yang dapat diakses publik. “Ini cara terbaik untuk memastikan sejarah benda-benda ini tetap hidup, apa pun nasibnya,” ujar Pearce.

Nigel Mills mengonfirmasi bahwa patung ini telah dilaporkan ke PAS, meski datanya masih menunggu proses pendaftaran.

Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan lembaga arkeologi untuk melestarikan warisan budaya.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#logam #phallus #kesuburan #Inggris #dewa #penemuan #patung perunggu #kuno #Detektor