Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Gambar di Dinding Gua Afrika Selatan: Hewan Bertaring yang Hidup Sebelum Dinosaurus

Richard Lawongan • Senin, 6 Januari 2025 | 20:25 WIB

Gambar di dinding gua.
Gambar di dinding gua.

RADARPAPUA -
Di Afrika Selatan, para ilmuwan menemukan lukisan misterius di dinding gua di Provinsi Free State. Lukisan ini menggambarkan hewan aneh yang tubuhnya melengkung seperti pisang. Awalnya, orang mengira itu adalah walrus, tapi walrus tidak hidup di Afrika. Beberapa orang bahkan mengira itu adalah kucing bertaring panjang seperti sabre-tooth.

Lukisan ini dibuat oleh Suku San, pemburu dan pengumpul asli wilayah tersebut. Mereka sangat pintar menggambarkan lingkungan mereka lewat seni lukis batu. Menariknya, mereka hidup di tempat yang penuh dengan jejak fosil dari hewan purba seperti tulang, tengkorak, dan gigi. Peneliti menemukan bahwa Suku San pernah melihat jejak dinosaurus dan bahkan melukisnya di dinding gua.

Penelitian baru menunjukkan bahwa lukisan ini mungkin menggambarkan dicynodont, hewan purba dengan taring panjang yang hidup 265 juta tahun lalu, sebelum dinosaurus. Dicynodont ini pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Inggris pada tahun 1845, tetapi lukisan Suku San dibuat lebih dulu, sekitar tahun 1835 atau bahkan lebih tua. Ini berarti mereka sudah tahu tentang hewan ini sebelum ilmuwan Barat menemukannya.

Suku San dan Fosil Purba
Wilayah Karoo di Afrika Selatan, termasuk Provinsi Free State, kaya akan fosil dicynodont. Hewan ini adalah nenek moyang mamalia dengan bentuk dan ukuran beragam, dari seukuran tikus hingga sebesar badak. Fosil mereka sering ditemukan di tanah terbuka, terutama tengkorak dan gigi besar.

Suku San memiliki cerita legenda tentang "hewan besar" yang hidup di masa lalu. Cerita ini mungkin terinspirasi oleh fosil-fosil dicynodont yang mereka temukan.

Panel Ular Bertanduk. A, tampilan umum panel Ular Bertanduk yang difoto pada tahun 2024 oleh penulis. B, gambar bagian yang digambarkan di piring Stow dan Bleek 39. C, foto close up hewan bertaring.
Panel Ular Bertanduk. A, tampilan umum panel Ular Bertanduk yang difoto pada tahun 2024 oleh penulis. B, gambar bagian yang digambarkan di piring Stow dan Bleek 39. C, foto close up hewan bertaring.

Hewan Bertaring di La Belle France
Lukisan yang ditemukan di sebuah gua di peternakan La Belle France menunjukkan hewan bertaring dengan dua gigi besar yang mengarah ke bawah. Tidak ada hewan modern di Afrika yang memiliki bentuk seperti ini. Fosil tengkorak dicynodont di sekitar lokasi mendukung teori bahwa Suku San melukis hewan ini berdasarkan fosil yang mereka temukan.

Pose tubuh hewan pada lukisan itu juga melengkung, seperti "pose kematian" yang sering ditemukan pada kerangka fosil. Tubuhnya dihiasi bintik-bintik, mirip kulit dicynodont yang ditemukan dalam keadaan terawetkan.

Hewan Hujan dan Kepercayaan Suku San
Dalam kepercayaan Suku San, hewan bertaring seperti dicynodont mungkin dianggap sebagai "hewan hujan" yang digunakan dalam ritual untuk memanggil hujan. Karena fosil berasal dari masa lampau dan dianggap "dunia orang mati," fosil ini bisa saja dianggap memiliki kekuatan magis.

Penemuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana Suku San memahami fosil dan menggabungkannya ke dalam seni dan budaya mereka. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Ritual tradisional #Dicynodont #Seni batu #Afrika Selatan #Hewan bertaring #Suku San #Fosil purba #Lukisan Gua #Karoo #Hewan hujan