Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengungkap Jejak DNA Yaman: Persimpangan Tiga Peradaban

Richard Lawongan • Selasa, 7 Januari 2025 | 19:09 WIB
Peta Yaman. Ini menunjukkan kegubernuran Yaman (perbatasan hitam). Upaya pengambilan sampel ditunjukkan dengan segitiga berskala pada lokasi geografis masing-masing.
Peta Yaman. Ini menunjukkan kegubernuran Yaman (perbatasan hitam). Upaya pengambilan sampel ditunjukkan dengan segitiga berskala pada lokasi geografis masing-masing.

RADARPAPUA - Yaman, persimpangan tiga peradaban besar, menyimpan kisah menarik dalam susunan genetik penduduknya. Penelitian terbaru oleh Khalifa University, bekerja sama dengan peneliti internasional, mengungkap bagaimana migrasi dari Levant, Afrika Timur, dan Arab membentuk gen Yaman modern. Studi ini menunjukkan dua peristiwa besar aliran gen: dari Palestina sekitar 5.200 tahun lalu dan dari Afrika Timur 750 tahun yang lalu, mencerminkan sejarah perdagangan dan migrasi.

Selama ribuan tahun, Yaman memainkan peran penting dalam perdagangan rempah dan budak. Analisis DNA menemukan bahwa kromosom Y dominan haplogroup J1, penanda genetik Levant dan Arab, diwariskan dari garis ayah. Sementara itu, hampir sepertiga DNA mitokondria, yang diwariskan dari ibu, berasal dari Afrika, mengindikasikan aliran gen perempuan yang signifikan dari Afrika Timur ke Yaman.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa perbedaan genetik antara daerah pesisir dan pedalaman Yaman mencerminkan sejarah geografis dan sosialnya. Daerah pesisir menunjukkan lebih banyak pengaruh Afrika, sementara wilayah pedalaman lebih terkait erat dengan Arab dan Levant. Penelitian ini bahkan mengaitkan pembagian ini dengan garis konflik sipil Yaman saat ini, menyoroti bagaimana sejarah genetik dan budaya saling terkait.

Temuan ini tidak hanya menggambarkan sejarah migrasi manusia, tetapi juga memberikan wawasan tentang praktik perbudakan di masa lalu. DNA menunjukkan warisan genetik Levant dari ayah dan Afrika dari ibu yang kemungkinan mencerminkan eksploitasi perempuan Afrika dalam perdagangan budak Yaman. Penelitian ini menyoroti bagaimana migrasi dan perdagangan membentuk identitas genetik sebuah bangsa.

Studi ini menegaskan Yaman sebagai mosaik genetik yang unik, mencerminkan pengaruh sejarah panjangnya sebagai persimpangan perdagangan dan peradaban. Dengan mempelajari genetik masa lalu, kita dapat memahami bagaimana budaya, perdagangan, dan migrasi membentuk dunia kita hari ini.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#levant #dna #Migrasi manusia #sejarah #Yaman #Arab