RADARPAPUA - Arkeolog di Saqqara, Mesir, baru-baru ini menemukan makam seorang dokter kerajaan dari masa Dinasti Keenam. Dikenal sebagai Teti Neb Fu, dokter ini menggabungkan keahlian medis dan sihir, mencerminkan penghormatan Mesir kuno terhadap dua bidang tersebut sebagai bagian penting dari pengobatan.
Saqqara, yang disebut sebagai "museum terbuka," adalah situs yang kaya akan sejarah, termasuk pemakaman raja-raja Dinasti Pertama dan Apis Bull, inkarnasi fisik dewa Ptah. Penemuan makam Teti Neb Fu berasal dari pemerintahan Raja Pepi II, sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Makam ini dihiasi ukiran indah dan pintu palsu yang dilukis dengan detail mengagumkan. Sarcophagus di dalamnya memuat nama dan gelar sang dokter, termasuk sebagai "dokter istana utama", "imam," dan "penyihir" dewi Serket, pelindung dari makhluk berbisa. Gelar ini menunjukkan bahwa Teti Neb Fu adalah ahli dalam mengobati gigitan atau sengatan beracun. Ia juga dikenal sebagai "dokter gigi utama" dan "direktur tanaman obat," menunjukkan peran pentingnya dalam perkembangan medis di zamannya.
Penemuan ini mengungkap bagaimana Mesir kuno memadukan ilmu pengetahuan dan spiritualitas dalam pengobatan. Dengan pemahaman mereka tentang sistem kardiovaskular, pengobatan gangguan mental, dan awal mula kedokteran gigi, Mesir kuno memberikan kontribusi besar terhadap dunia medis yang terus menjadi inspirasi hingga hari ini.
Makam Teti Neb Fu tak hanya menjadi bukti kemajuan medis Mesir kuno, tetapi juga warisan bagaimana manusia memandang kesehatan melalui lensa sains dan kepercayaan. Penemuan ini, dengan segala keindahan dan sejarahnya, memperkuat posisi Saqqara sebagai salah satu situs arkeologi paling penting di dunia.(aj)
Editor : Richard Lawongan