Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan dari Prancis Ungkap Cara Pemburu Paleolitik Gunakan Ukiran Tanduk untuk Berburu

Prisilia Rumengan • Jumat, 10 Januari 2025 | 11:08 WIB
“cincin terbuka” tanduk adalah lingkaran jari untuk pelempar tombak kayu
“cincin terbuka” tanduk adalah lingkaran jari untuk pelempar tombak kayu

RADARPAPUA- Penemuan baru mengungkap fungsi ukiran tanduk berbentuk C dari Zaman Batu di Prancis yang telah membingungkan ilmuwan selama lebih dari 150 tahun.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Paleolitik Arkeologi menunjukkan bahwa artefak ini kemungkinan besar digunakan sebagai genggaman tangan untuk pelontar tombak Paleolitik, atau atlatl.

Dalam eksperimen terbaru, para peneliti menggunakan replika artefak berbentuk bulan sabit untuk melempar proyektil seperti anak panah ke target panahan.

Hasil uji coba membuktikan bahwa benda ini, yang disebut "cincin terbuka," dulunya berfungsi sebagai pengikat jari pada pelontar tombak kayu.

Alat ini memungkinkan pemburu zaman prasejarah melontarkan anak panah besar dengan kecepatan tinggi dan presisi.

Justin Garnett, mahasiswa doktoral arkeologi dari University of Kansas, yang memimpin penelitian ini, mengaku bahwa eksperimen ini mendukung hipotesisnya.

“Kami yakin cincin ini berfungsi sebagai lingkaran jari, tetapi tetap ada kemungkinan kami salah,” ujarnya.

Cincin-cincin tersebut pertama kali ditemukan pada 1870-an di Gua Le Placard, barat daya Prancis.

Hingga kini, 11 cincin serupa telah ditemukan, semuanya di Prancis. Bentuknya menyerupai huruf Yunani omega, dengan tab horisontal di kedua ujungnya.

Satu cincin awal yang belum selesai diukir telah ditanggal sekitar 21.000 tahun yang lalu, berasal dari budaya Magdalena atau Badegoulian.

Garnett melakukan eksperimen selama setahun menggunakan replika cincin terbuka dari tulang sapi, tanduk rusa, dan plastik cetak 3D.

Dengan memasangnya pada replika pelontar tombak, ia berhasil membuktikan bahwa alat ini berfungsi lebih baik daripada pengikat dari kulit binatang.

Pola keausan pada replika juga serupa dengan keausan pada artefak asli.

Pierre Cattelain, arkeolog dari Free University of Brussels yang tidak terlibat dalam penelitian ini, memuji studi tersebut.

Ia bahkan mengingat bahwa hipotesis serupa pernah ia ajukan pada 1990-an namun belum diterima kala itu.

Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang teknologi berburu Paleolitik, menunjukkan bahwa pemburu zaman prasejarah menggunakan alat canggih untuk meningkatkan efisiensi berburu hewan buruan besar.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Prancis #ukiran #arkeolog #Lingkaran #penemuan #eksperimen #modern #arkeologi #studi #tanduk #zaman batu