Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Eksperimen Muon: Partikel Subatomik Yang Mungkin Ungkap Kekuatan Alam Kelima

Prisilia Rumengan • Jumat, 10 Januari 2025 | 11:44 WIB
Tampilan atas-bawah peralatan yang digunakan dalam percobaan g-2 di Fermilab.
Tampilan atas-bawah peralatan yang digunakan dalam percobaan g-2 di Fermilab.

RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari Fermilab, laboratorium fisika partikel terkemuka di dekat Chicago, memberikan petunjuk keberadaan kekuatan alam kelima.

Dalam eksperimen Muon g-2, para ilmuwan menemukan bahwa muon, partikel subatomik yang sering disebut "elektron gemuk," menunjukkan pola goyangan yang tidak sesuai dengan prediksi Model Standar, teori utama yang mendasari fisika partikel sejak 1970-an.

Muon memiliki massa 200 kali lebih besar dari elektron dan sifat unik berupa spin yang membuatnya berperilaku seperti magnet kecil.

Dalam medan magnet Fermilab, muon dipercepat mendekati kecepatan cahaya dalam cincin magnetik superkonduktor dengan suhu minus 268 derajat Celsius.

Observasi menunjukkan bahwa muon bergoyang lebih banyak dari perkiraan teori, yang mungkin disebabkan oleh kekuatan alam baru atau partikel eksotis yang belum ditemukan.

“Kami benar-benar menjelajahi wilayah baru,” ujar Brendan Casey, ilmuwan senior di Fermilab. “Kami menentukan momen magnetik muon dengan presisi yang belum pernah dicapai sebelumnya.”

Hasil ini membangun eksperimen tahun 2021, kini dengan data empat kali lebih banyak dan ketidakpastian eksperimen yang lebih kecil.

Jika temuan ini dikonfirmasi, ini bisa menjadi terobosan terbesar dalam fisika selama 50 tahun terakhir.

Para ilmuwan menduga bahwa temuan ini dapat merevolusi pemahaman kita tentang partikel subatomik dan potensi dimensi baru atau aspek ruang-waktu yang belum diketahui.

Namun, masih ada tantangan. Dua metode teoretis yang digunakan untuk memprediksi momen magnetik muon memberikan hasil berbeda, mempersulit analisis.

Selain itu, eksperimen CMD-3 di Rusia menunjukkan hasil yang sejalan dengan prediksi Model Standar, memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.

Konfirmasi penuh atas temuan ini diperkirakan baru akan tersedia pada 2025, setelah analisis data lengkap dari eksperimen Muon g-2 yang berlangsung sejak 2018 hingga 2023 selesai. Tim peneliti telah mengirimkan hasil awal untuk dipublikasikan di Physical Review Letters.

Jika teori ini terbukti benar, goyangan kecil muon dapat mengguncang dasar-dasar ilmu pengetahuan, membuka jalan untuk memahami alam semesta dengan cara baru.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Elektron #penelitian #Kekuatan #eksperimen #Alam #Atom