RADARPAPUA - Baru-baru ini, cerita tentang tubuh 'alien' yang dipamerkan di depan kongres Meksiko menjadi viral. Namun, apakah ini benar-benar ilmiah? Para ilmuwan mengatakan tidak, dan mereka menegaskan bahwa tubuh tersebut bukan milik alien.
Pada 12 September, kongres Meksiko mengadakan pertemuan tentang fenomena udara yang belum dikenal (UAP), yang sekarang digunakan untuk menyebut UFO. Selama acara tersebut, seorang jurnalis Meksiko, Jaime Maussan, dan dokter militer, José de Jesús Zalce Benítez, memperlihatkan dua tubuh yang terlihat kecil, kurus, dengan kulit abu-abu dan kepala besar di dalam kotak peti mati. Mereka mengklaim bahwa tes DNA menunjukkan tubuh itu bukan manusia dan bahwa di dalam perutnya ada telur yang mungkin digunakan untuk berkembang biak. Mereka juga mengatakan tubuh itu berasal dari Peru dan berusia sekitar 1.000 tahun.
Namun, para ilmuwan langsung membantah klaim tersebut. Rafael Bojalil-Parra, seorang peneliti di Universitas Otonom Metropolitan di Meksiko, menyebut klaim itu "omong kosong." Ia juga mengatakan bahwa tes DNA tidak dilakukan di universitasnya. Sementara itu, David Anderson, seorang profesor antropologi, menjelaskan bahwa tes karbon-14 tidak bisa digunakan untuk menentukan usia makhluk luar angkasa, karena tes ini hanya berlaku untuk makhluk yang berasal dari Bumi.
Beberapa ilmuwan lain mengatakan bahwa tubuh tersebut sudah pernah dibongkar sebelumnya dan ternyata merupakan tubuh manusia yang dimanipulasi agar terlihat seperti alien. Misalnya, kaki "alien" tersebut bisa jadi berasal dari mumi manusia yang dimodifikasi.
Beberapa ilmuwan juga mengatakan bahwa jika tubuh itu benar-benar manusia, mereka yang memanipulasinya harus diproses secara hukum.
Peristiwa ini terjadi karena ada banyak pertemuan tentang UAP di kongres AS, yang menyebabkan teori konspirasi tentang alien semakin populer. (*)
Editor : Richard Lawongan