Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Langka Berujung Palsu, Hiu Goblin di Yunani Jadi Sorotan Dunia

Prisilia Rumengan • Kamis, 16 Januari 2025 | 20:46 WIB
perbandingan spesimen hiu goblin misterius yang ditemukan di pantai Yunani (atas) dengan M. owstoni betina remaja yang ditemukan di lepas pantai Jepang.
perbandingan spesimen hiu goblin misterius yang ditemukan di pantai Yunani (atas) dengan M. owstoni betina remaja yang ditemukan di lepas pantai Jepang.

RADARPAPUA - Penemuan "hiu goblin" di pantai Yunani pada Agustus 2020 menjadi sorotan setelah spesimen tersebut terungkap hanya mainan plastik.

Kejadian ini memicu perdebatan besar di komunitas ilmiah dan menyoroti kelemahan dalam proses tinjauan sejawat.

Giannis Papadakis, seorang pejalan kaki yang menemukan spesimen itu, memotretnya dan mengirimkan ke ilmuwan.

Pada 2022, spesimen tersebut diidentifikasi sebagai hiu goblin remaja (Mitsukurina owstoni) dalam jurnal Mediterranean Marine Science.

Namun, kritik tajam muncul saat para ahli menyadari kemiripan hiu itu dengan mainan plastik yang dijual di eBay. Akhirnya, penelitian itu ditarik pada Maret 2023.

Kritik Terhadap Tinjauan Sejawat
Kesalahan identifikasi ini menyoroti kekurangan dalam proses ilmiah. Menurut Jürgen Pollerspӧck, editor Shark References, foto yang menjadi dasar penelitian terlalu minim untuk validasi ilmiah.

"Bukti hanya berasal dari foto, tanpa spesimen fisik untuk diperiksa," katanya. Kasus ini menunjukkan pentingnya standar ketat dalam tinjauan sejawat agar hasil penelitian lebih terpercaya.

Hiu Goblin: Misteri yang Belum Terpecahkan
Hiu goblin adalah spesies laut dalam yang langka, biasa ditemukan di Samudra Hindia, Atlantik, dan Pasifik.

Hiu ini pertama kali diidentifikasi pada 1898, dengan panjang dewasa mencapai lebih dari enam meter.

Penemuan hiu goblin di Mediterania akan menjadi kejutan besar, tetapi klaim ini kini diragukan.

Peluang untuk Reformasi Ilmiah
Kesalahan ini menggarisbawahi perlunya reformasi dalam sistem peninjauan ilmiah. Beberapa jurnal tidak memberikan kompensasi kepada peninjau, sehingga proses menjadi kurang optimal. "Kita harus melihat kasus ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem," ujar Pollerspӧck.


Temuan misterius ini, yang tidak akan pernah dapat diverifikasi, tetap menjadi pengingat pentingnya integritas dalam ilmu pengetahuan.

Mungkin, suatu hari nanti, hiu goblin asli akan benar-benar ditemukan di Mediterania. Hingga saat itu, kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ketelitian dalam penelitian ilmiah.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Yunani #goblin #dunia #hiu #penemuan #Fauna #palsu #hewan laut #sorotan