Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ukiran Cangkang Kura-kura Berusia 35.000 Tahun Bisa Jadi Bukti Tertua Perilaku Ritual di Tanah Suci

Richard Lawongan • Senin, 20 Januari 2025 | 22:32 WIB

Lekukan-lekukan yang sengaja diukir pada batu granit lebih dari 35.000 tahun yang lalu telah disamakan dengan pola pada cangkang kura-kura.
Lekukan-lekukan yang sengaja diukir pada batu granit lebih dari 35.000 tahun yang lalu telah disamakan dengan pola pada cangkang kura-kura.

RADARPAPUA -
Para peneliti menemukan sebuah batu besar di dalam gua Manot di Israel yang diukir lebih dari 35.000 tahun yang lalu. Ukiran pada batu ini menyerupai pola cangkang kura-kura dan bisa jadi merupakan bukti pertama praktik ritual di Tanah Suci.

Batu ini ditemukan di dalam gua yang sangat dalam di wilayah Galilea, Israel. Batu ini diperkirakan telah digunakan oleh orang zaman dulu untuk tujuan tertentu. Menurut peneliti, pola ukiran itu bisa jadi simbol yang menghubungkan berbagai kelompok orang dalam masyarakat purba.

Batu itu ditemukan pada tahun 2013 setelah para peneliti sebelumnya fokus pada bagian depan gua tempat manusia purba dulu tinggal. Gua ini sendiri ditemukan pada tahun 2008 oleh pekerja konstruksi.

Batu besar berukir ini ditemukan di sebuah ceruk di dinding belakang Gua Manot di wilayah Galilea utara Israel, kira-kira di dekat bagian tengah foto ini.
Batu besar berukir ini ditemukan di sebuah ceruk di dinding belakang Gua Manot di wilayah Galilea utara Israel, kira-kira di dekat bagian tengah foto ini.

Batu besar ini memiliki berat lebih dari 28 kilogram dan diukir dengan pola yang dalam. Para peneliti percaya bahwa ukiran ini dibuat pada masa yang hampir bersamaan dengan lukisan gua tertua yang ditemukan di Prancis.

Pemeriksaan terhadap batu itu menunjukkan bahwa ukiran dibuat dengan alat batu tajam, dan usia batu ini diperkirakan antara 35.000 hingga 37.000 tahun yang lalu.

Peneliti juga menemukan bahwa bagian dalam gua ini pernah diterangi oleh api, yang menunjukkan bahwa mungkin ada pertemuan ritual di tempat tersebut. Gua ini juga memiliki akustik yang baik untuk berkumpul, berbicara, atau mendengarkan.

Penemuan ini menunjukkan bahwa sudah ada praktik ritual bersama di masa lalu untuk mengatasi tantangan besar yang dihadapi manusia zaman purba. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Gua Manot #Gua Galilea #alat batu #cangkang kura kura #Ritual #tanah suci #Api Ritual #Batu ukiran #Bukti arkeologi #Zaman Paleolitikum