Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Amphora Hadiah Panathenaic: Pot Berisi Minyak Zaitun dari Olimpiade Yunani Kuno

Richard Lawongan • Selasa, 21 Januari 2025 | 16:39 WIB

Para atlet yang menang di Panathenaic Games menerima pot terakota sebagai hadiah.
Para atlet yang menang di Panathenaic Games menerima pot terakota sebagai hadiah.

RADARPAPUA -
Amphora Hadiah Panathenaic adalah pot dari tanah liat (terra-cotta) yang dibuat di Yunani Kuno. Pot ini ditemukan di Vulci, Italia. Sekitar tahun 530 SM, pada masa Arkaik Yunani. Jauh sebelum ada Olimpiade modern, orang-orang Yunani kuno mengadakan Panathenaic Games, festival olahraga yang diadakan setiap empat tahun di Athena.

Kalau sekarang juara Olimpiade mendapat medali emas, perak, atau perunggu, di masa Yunani kuno, pemenangnya mendapatkan pot-pot besar seperti amphora ini. Pot-pot tersebut dihiasi gambar olahraga yang mereka menangkan dan diisi dengan minyak zaitun dari Athena. Menurut Harvard Art Museums, minyak zaitun ini sangat berharga.

Baca Juga: Mengungkap Rahasia Kurd Qaburstan: Kota Kuno di Jantung Sejarah Mesopotamia

Minyak zaitun hadiah ini berasal dari kebun suci Dewi Athena, pelindung kota Athena. Di Yunani kuno, pohon zaitun dianggap suci dan melambangkan Zeus, dewa langit yang juga dikenal sebagai dewa Olimpiade.

Tentang pot ini:
Amphora ini memiliki gambar lima pelari yang sedang berlomba. Lomba lari adalah salah satu pertandingan paling awal di Panathenaic Games. Uniknya, para atlet berlomba tanpa pakaian, karena mereka percaya tubuh mereka bisa membuat lawan takut!

Baca Juga: Harta Karun Tersembunyi di Istanbul: Patung Dewa Yunani Pan Ditemukan di Gereja Kuno!

Pot ini tingginya sekitar 62 cm dan dibuat oleh seorang seniman anonim yang disebut "Euphiletos Painter." Ia menggunakan gaya seni yang disebut black-figure pottery, di mana gambar dibuat dengan siluet hitam. Selain gambar pelari, ada juga pot yang menampilkan pengemudi kereta, pemanah, dan petinju.

Sekarang, amphora ini menjadi salah satu bukti menarik tentang bagaimana orang Yunani kuno menghargai olahraga dan seni. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Olahraga Kuno #Hadiah Kuno #Olimpiade Yunani Kuno #amphora Yunani kuno #Minyak Zaitun #pot #Dewi Athena #Panathenaic Games #Amphora #Sejarah Olimpiade