RADARPAPUA - Hiu koboi bersudut (Oxynotus centrina) adalah salah satu spesies paling unik di lautan.
Berbeda dari citra hiu yang besar dan agresif seperti hiu putih atau hiu martil, hiu ini memiliki penampilan lucu sekaligus aneh.
Ia tinggal di Samudra Atlantik timur, dari Norwegia hingga Afrika Selatan, serta di Laut Mediterania.
Hiu ini dijuluki "ikan babi" karena moncongnya yang berwarna merah muda serta suara geraman khas yang keluar saat ia diangkat dari air.
Ciri ini pernah disorot pada tahun 2021 ketika seekor hiu koboi ditemukan mati di dekat Pulau Elba, Italia, dan menarik perhatian publik setelah foto-fotonya beredar di media sosial.
Dengan panjang tubuh mencapai 1 meter, hiu ini memiliki warna abu-abu kecokelatan dengan dua sirip punggung besar yang menyerupai layar.
Bagian depan tubuhnya terlihat segitiga dengan kulit yang tertutup dentikel dermal besar, struktur seperti gigi yang membuatnya tampak berbulu.
Para ilmuwan menduga dentikel besar ini berfungsi melindungi dari predator.
Gaya hidup hiu koboi sudut cukup unik. Mereka bergerak lambat di atas dasar laut untuk mencari mangsa seperti ikan kecil, krustasea, moluska, cacing laut, dan telur hiu lain.
Dengan gigi bawah tajam seperti pisau dan gigi atas berbentuk kerucut, hiu ini bisa mengiris dan menombak mangsanya dengan mudah.
Bahkan, penelitian pada tahun 2015 menunjukkan bahwa hiu ini memakan telur elasmobranch, termasuk embrio hiu lain.
Sayangnya, spesies ini terancam punah menurut Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam.
Meski tidak memiliki nilai komersial besar, sirip punggungnya yang besar sering membuatnya terjebak dalam jaring nelayan sebagai tangkapan sampingan.
Keberadaan hiu koboi bersudut mengingatkan kita akan keanekaragaman luar biasa di lautan. Melindungi spesies ini adalah langkah penting untuk menjaga ekosistem laut yang seimbang.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan