Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penampakan Langka Hiu Berduri di Gunung Laut Cordillera de Coiba Panama

Prisilia Rumengan • Selasa, 21 Januari 2025 | 20:55 WIB
Hiu berduri, Echinorhinus cookei.
Hiu berduri, Echinorhinus cookei.

RADARPAPUA – Sebuah fenomena langka terjadi di perairan Cordillera de Coiba, Panama, di mana 12 hiu berduri (Echinorhinus cookei) terlihat berkumpul secara misterius di sekitar gunung laut.

Dokumentasi ini menjadi yang pertama di kawasan tersebut, seperti yang dipublikasikan dalam Journal of Fish Biology pada 8 Maret.

Cordillera de Coiba, yang mencakup wilayah konservasi seluas 68.000 kilometer persegi, dikenal dengan sembilan pegunungan bawah laut, 24 gunung laut, dan palung dalam hingga 4.745 meter.

Lokasi ini menjadi rumah bagi berbagai spesies laut, termasuk hiu berduri yang jarang terlihat, yang hidup di kedalaman hingga 1.000 meter.

Studi ini dipimpin oleh Héctor Guzmán, ahli ekologi kelautan dari Smithsonian Tropical Research Institute.

Menurut Guzmán, hiu berduri, yang dapat tumbuh hingga 13 kaki (4 meter), lebih sering ditemukan di perairan dalam, membuat pengamatan mereka menjadi sulit.

Namun, dalam penyelaman pada Mei 2022, para ilmuwan berhasil mendokumentasikan keberadaan mereka di kedalaman antara 151 hingga 350 meter menggunakan kapal selam dengan kamera dan lengan robotik.

“Kami belum pernah melihat hiu-hiu ini berkumpul sebelumnya,” ungkap Guzmán. Para peneliti menduga pertemuan ini disengaja, kemungkinan untuk berburu mangsa atau terkait reproduksi.

Pengamatan ini diperkuat oleh temuan hiu martil remaja di area tersebut, yang mungkin menjadi sumber makanan bagi hiu berduri. Selain itu, tim memeriksa struktur claspers hiu untuk memastikan keberadaan jantan dan betina di lokasi yang sama.

Kehadiran hiu berduri di kawasan ini menjadi bukti penting untuk mendukung upaya konservasi.

“Menemukan spesies seperti ini membantu kami melindungi ekosistem laut yang sangat produktif,” ujar Guzmán.

Sayangnya, tantangan besar tetap ada. Dalam survei mereka, tim menemukan aktivitas penangkapan ikan ilegal oleh kapal Kolombia yang membawa sirip hiu.

Insiden ini menjadi peringatan akan lemahnya pengawasan di zona larang tangkap tersebut.

Untuk menegakkan perlindungan yang sudah ada, Guzmán dan timnya menggunakan teknologi satelit guna memantau aktivitas ilegal di lautan terbuka.

Dengan wilayah yang jauh dari pantai dan minim patroli, pengawasan berbasis teknologi menjadi solusi vital untuk menjaga biodiversitas kawasan ini.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang perilaku hiu berduri sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan habitat laut dari ancaman manusia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#fenomena #gunung laut #hiu #langka #Ilmuwan #Berduri #penampakan #panama #hewan laut