Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Katak Pohon Biru di Australia Mengungkap Keindahan Mutasi Langka di Alam Liar

Prisilia Rumengan • Rabu, 22 Januari 2025 | 11:59 WIB
Pengelola lahan di tempat perlindungan satwa liar di wilayah Kimberley, Australia utara, melihat katak tersebut setelah melompat ke bengkel mereka.
Pengelola lahan di tempat perlindungan satwa liar di wilayah Kimberley, Australia utara, melihat katak tersebut setelah melompat ke bengkel mereka.

RADARPAPUA - Para ilmuwan di Australia baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan katak pohon megah (Litoria splendida) berwarna biru cerah, yang merupakan hasil mutasi genetik langka.

Katak ini ditemukan oleh pengelola lahan di sebuah suaka margasatwa di Kimberley, Australia Barat.

Keberadaan katak tersebut terungkap saat ia melompat ke bengkel dan menarik perhatian dengan warnanya yang mencolok.

Jake Barker, seorang magang konservasi di Australian Wildlife Conservancy (AWC), menyatakan kekagumannya saat pertama kali melihat foto katak tersebut.

"Melihat katak itu membuat jantung saya berdebar. Ini adalah temuan yang luar biasa," ujar Barker kepada ABC News.

Biasanya, katak pohon megah berwarna hijau dengan bintik putih di punggungnya. Namun, katak biru ini merupakan hasil mutasi langka yang dikenal sebagai axanthism.

Mutasi ini menekan pigmen kuning pada kulit, membuat warna biru lebih dominan. Jodi Rowley, seorang ahli herpetologi dari Australian Museum, menjelaskan bahwa mutasi ini jarang terlihat di alam liar karena mengurangi kemampuan katak untuk berkamuflase, sehingga lebih rentan terhadap predator.

Katak ini juga memiliki ciri khas lain, seperti kelenjar racun berwarna hijau zaitun di kepalanya dan bantalan kaki kuning.

Racunnya digunakan untuk melindungi diri dari pemangsa, termasuk reptil, burung, dan mamalia.

Dengan panjang tubuh mencapai 4,7 inci (12 cm), katak ini tergolong besar untuk spesiesnya, menandakan usianya yang sudah beberapa tahun.

“Ia adalah salah satu katak terindah yang pernah saya lihat,” tambah Rowley.

Penemuan ini menunjukkan betapa luar biasa dan beragamnya keajaiban alam, terutama di kawasan Kimberley yang kaya akan biodiversitas.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#biru #penemuan #Ilmuwan #Australia #hewan #mutasi genetik #katak