Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Terungkap! Manusia Purba Tinggal di Dataran Persia Selama 20.000 Tahun Setelah Keluar dari Afrika

Richard Lawongan • Rabu, 22 Januari 2025 | 14:13 WIB

Gua Pebdeh di Pegunungan Zagros di selatan Iran ditempati oleh para pemburu-pengumpul sejak 42.000 tahun yang lalu.
Gua Pebdeh di Pegunungan Zagros di selatan Iran ditempati oleh para pemburu-pengumpul sejak 42.000 tahun yang lalu.

RADARPAPUA -
Setelah Homo sapiens meninggalkan Afrika, jejak mereka sempat menghilang hingga 20.000 tahun kemudian ditemukan di Eurasia. Jadi, ke mana mereka pergi? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Homo sapiens kemungkinan tinggal di dataran Persia selama periode ini.

Homo sapiens Keluar dari Afrika
Manusia modern (Homo sapiens) mulai keluar dari Afrika lebih dari 210.000 tahun lalu. Gelombang migrasi terbesar terjadi sekitar 70.000 tahun lalu, yang akhirnya menjadi nenek moyang semua manusia non-Afrika saat ini. Namun, ada sedikit fosil Homo sapiens yang ditemukan di Eurasia antara 60.000 dan 45.000 tahun lalu.

Dataran Persia: Tempat Tinggal Ideal
Menggunakan data iklim dan genetika, para peneliti menyimpulkan bahwa dataran Persia, yang meliputi wilayah Iran, Teluk Persia, dan Mesopotamia, adalah tempat tinggal paling cocok untuk manusia saat itu. Mereka percaya bahwa leluhur manusia non-Afrika tinggal di sana antara 70.000 hingga 45.000 tahun lalu.

Baca Juga: Patung-patung Berusia 2.800 Tahun Ditemukan di Kuil Yunani, Mungkin untuk Persembahan kepada Poseidon

Area geografis (persegi panjang hitam) dari kemungkinan pusat di mana Homo sapiens di luar Afrika hidup antara 70.000 dan 45.000 tahun yang lalu.
Area geografis (persegi panjang hitam) dari kemungkinan pusat di mana Homo sapiens di luar Afrika hidup antara 70.000 dan 45.000 tahun yang lalu.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa dataran Persia mungkin menjadi "pusat populasi," tempat manusia modern berkumpul sebelum menyebar ke Eurasia. Di tempat ini, manusia kemungkinan berbagi pengetahuan, mengembangkan budaya, membuat seni batu, dan menciptakan senjata.

Interaksi dengan Neanderthal
Fosil Neanderthal yang ditemukan di dataran Persia menunjukkan bahwa kedua kelompok ini mungkin bertemu. Para peneliti mengatakan bisa jadi ada hubungan antar kelompok, atau mungkin mereka menghindari satu sama lain.

Perlu Lebih Banyak Bukti
Namun, para ahli lain mengatakan bahwa penelitian ini masih butuh lebih banyak data. Sang-Hee Lee, seorang ahli antropologi, menekankan bahwa bukti tentang ekologi masa lalu di wilayah ini masih sangat sedikit.

Meski begitu, jika benar dataran Persia adalah "rumah" manusia purba, tempat ini bisa menjadi lokasi penting untuk mencari fosil dan data iklim guna memahami lebih jauh perjalanan Homo sapiens di masa lalu. (*)

Editor : Richard Lawongan
#homo sapiens #Dataran Persia #Populasi manusia awal #Peradaban awal #Fosil manusia purba #evolusi manusia #Inovasi budaya purba #Neanderthal #Migrasi manusia purba #Paleoklimatologi