RADARPAPUA - Sebuah pakaian kuno dari makam di Yunani diduga adalah jubah yang pernah dipakai oleh Alexander Agung, menurut penelitian baru. Namun, tidak semua ahli setuju dengan klaim ini.
Pakaian tersebut ditemukan di sebuah makam yang sebelumnya dianggap milik Philip II, ayah Alexander. Namun, penelitian terbaru mengatakan bahwa makam itu sebenarnya milik saudara tiri Alexander, Philip III atau Arrhidaeus. Setelah Alexander meninggal, jubah itu diduga diberikan kepada Philip III dan dikuburkan bersamanya.
Profesor Antonis Bartsiokas dari Universitas Thrace, yang memimpin penelitian ini, mengatakan jubah itu sangat istimewa karena hanya Alexander Agung yang diizinkan memakainya. Setelah Alexander wafat, banyak orang menganggapnya sebagai dewa.
Temuan di Makam Raja
Pakaian ini ditemukan pada tahun 1977 di sebuah peti emas di makam dekat Vergina, Yunani. Dalam makam tersebut, terdapat dua kerangka yang menurut Bartsiokas adalah Philip III dan istrinya, Eurydice.
Philip III menjadi raja setelah kematian Alexander pada tahun 323 SM. Namun, dia tidak benar-benar memimpin karena memiliki keterbatasan mental. Kekaisaran Alexander kemudian hancur akibat perebutan kekuasaan, dan Philip III dibunuh pada tahun 317 SM.
Penelitian menggunakan teknologi canggih seperti sinar-X dan cahaya inframerah menunjukkan pakaian itu terbuat dari kapas yang diwarnai ungu. Ungu adalah warna yang sering digunakan oleh raja, dan kapas pada zaman itu hanya ada di Persia. Ini mendukung dugaan bahwa pakaian tersebut berasal dari masa Alexander, yang menaklukkan Persia.
Baca Juga: Patung-patung Berusia 2.800 Tahun Ditemukan di Kuil Yunani, Mungkin untuk Persembahan kepada Poseidon
Kritik dan Dukungan
Beberapa ahli tidak setuju dengan klaim ini. Mereka mengatakan pakaian itu lebih mirip kain pembungkus tulang, bukan jubah. Selain itu, kritik lain menyebutkan bahwa penelitian ini kurang bukti karena penulisnya tidak langsung memeriksa bahan pakaian tersebut.
Namun, beberapa ahli lain mendukung penelitian ini. Mereka mengatakan bahwa jika pakaian itu memang terbuat dari kapas, kemungkinan besar berasal dari zaman Alexander, karena kapas baru diperkenalkan di Yunani setelah penaklukannya atas Persia.
Penemuan ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Meski beberapa mendukung klaim bahwa pakaian itu milik Alexander Agung, ada juga yang meragukannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal usul pakaian ini. (*)
Editor : Richard Lawongan