RADARPAPUA - Para peneliti mungkin telah menemukan tempat di mana Alexander Agung bertempur melawan Kekaisaran Persia dalam Pertempuran Granicus.
Lokasi ini berada sekitar 10 kilometer di utara kota Biga, Turki barat laut. Pada tahun 334 SM, pasukan Alexander mengalahkan Persia di medan pertempuran ini. Kemenangan itu memberi Alexander pijakan pertama di wilayah Persia dan membuka jalan menuju Timur Tengah.
Baca Juga: Penemuan Mengejutkan! Jubah Ungu Alexander Agung Ditemukan di Makam Yunani?
"Pertempuran Granicus bukan hanya momen penting dalam hidup Alexander, yang membuatnya dikenal sebagai 'Yang Agung,' tetapi juga peristiwa penting dalam sejarah dunia," kata Reyhan Körpe, seorang profesor arkeologi di Universitas Çanakkale Onsekiz Mart.
Penemuan ini sebenarnya sudah lama diduga. Seorang arkeolog abad ke-19, Heinrich Kiepert, pernah menduga lokasi ini adalah medan pertempuran tersebut. Namun, tim Körpe kini menemukan bukti baru yang mendukung teori itu.
Baca Juga: Terungkap! Manusia Purba Tinggal di Dataran Persia Selama 20.000 Tahun Setelah Keluar dari Afrika
Mereka menemukan sisa-sisa kota kuno Hermaion, yang disebut dalam catatan kuno sebagai tempat terakhir Alexander berkemah sebelum pertempuran. Tim juga melakukan tes geomorfologi untuk mengetahui bagaimana bentuk wilayah tersebut di masa lalu. Mereka menemukan bahwa jalur Sungai Granicus hampir tidak berubah sejak zaman Alexander.
Tim juga menemukan bukti adanya bukit tempat pasukan bayaran Persia ditempatkan. Para petani setempat menemukan kuburan dengan senjata di lereng bukit ini. Pada tahun 2024, tulang manusia ditemukan di daerah tersebut. Peneliti memastikan tulang itu milik seorang pria dewasa, tetapi belum bisa dipastikan kapan orang itu hidup dan bagaimana ia meninggal.
Baca Juga: Amphora Hadiah Panathenaic: Pot Berisi Minyak Zaitun dari Olimpiade Yunani Kuno
Graham Wrightson, profesor sejarah di South Dakota State University, mengatakan penemuan ini menarik. "Sangat seru mendengar mereka percaya lokasi ini telah ditemukan," katanya.
Tim peneliti berencana melakukan survei dan penggalian lebih lanjut untuk mempelajari apa yang ada di bawah tanah. (*)
Editor : Richard Lawongan