Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Mengejutkan! Liontin Kuno Raja Salomo yang Bisa "Mengusir Iblis" Ditemukan di Turki

Richard Lawongan • Rabu, 22 Januari 2025 | 15:25 WIB

Jimat dari abad kelima ini “merupakan simbol agama dan kekuasaan.”
Jimat dari abad kelima ini “merupakan simbol agama dan kekuasaan.”

RADARPAPUA -
Arkeolog di Turki menemukan liontin kuno dari abad ke-5 yang menampilkan Raja Salomo sedang menunggang kuda dan menusuk iblis. Penemuan ini sangat langka dan menjadi yang pertama ditemukan di wilayah Anatolia, bagian besar dari Turki modern.

Liontin berbahan perunggu ini memiliki tulisan dalam bahasa Yunani kuno di kedua sisinya. Di satu sisi, tulisan itu berarti "Tuhan kita mengalahkan kejahatan." Sisi lainnya menyebutkan nama empat malaikat: Azrael, Gabriel, Michael, dan Israfil.

Ersin Çelikbaş, arkeolog dari Universitas Karabük, menjelaskan bahwa liontin ini adalah simbol kepercayaan dan kekuatan. Liontin tersebut digunakan sebagai jimat untuk melindungi pemakainya dari bahaya atau kejahatan.

Raja Salomo, menurut Kitab Suci Ibrani, adalah raja Israel kuno pada abad ke-10 SM. Namun, belum banyak bukti arkeologi yang mendukung kisah tersebut. Meski begitu, Raja Salomo dikenal dalam tiga agama besar: Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam Islam, ia dianggap sebagai seorang nabi.

Baca Juga: Penemuan Hebat! Inilah Tempat Alexander Agung Memulai Kemenangan Besarnya

Ada kemungkinan bahwa jimat ini dulunya adalah milik seorang prajurit kavaleri.
Ada kemungkinan bahwa jimat ini dulunya adalah milik seorang prajurit kavaleri.

Liontin ini ditemukan di Hadrianopolis, sebuah kota kuno di wilayah Paphlagonia, Turki utara. Kota ini dulunya adalah bagian dari Kekaisaran Romawi dan kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Bizantium. Lokasi ini terkenal dengan mosaik hewan, bangunan-bangunan seperti pemandian, gereja, benteng, dan teater.

Menurut Çelikbaş, liontin ini ditemukan di sebuah bangunan yang mungkin terkait dengan aktivitas militer. Ia menduga liontin itu milik seorang prajurit kavaleri, karena Raja Salomo juga dikenal sebagai pemimpin pasukan.

Berdasarkan lapisan tanah tempat liontin ditemukan, para arkeolog memperkirakan liontin ini berasal dari abad ke-5, saat Hadrianopolis menjadi bagian dari Kekaisaran Bizantium.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa Hadrianopolis adalah pusat keagamaan penting di masa lalu. Liontin serupa pernah ditemukan di Yerusalem, yang menunjukkan adanya hubungan religius antara dua wilayah tersebut.

Saat ini, liontin tersebut disimpan di laboratorium Çelikbaş dan akan diserahkan ke museum untuk dipamerkan. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Jimat anti iblis #Liontin kuno #Anatolia #Kekaisaran Bizantium #Simbol keagamaan #Hadrianopolis #Arkeologi Turki #mengusir iblis #penemuan #Mosaik Paphlagonia #arkeologi #Turki #Raja Salomo