Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tumpukan Tengkorak Berusia Ribuan Tahun di Masseria Candelaro Menunjukkan Tradisi Ritual Leluhur di Italia Kuno

Via Ponamon • Kamis, 23 Januari 2025 | 09:24 WIB
Sebuah ilustrasi tentang seperti apa tengkorak Masseria Candelaro pada zaman Neolitikum. (Kredit gambar: Vicki Herring / Universitas Cambridge)
Sebuah ilustrasi tentang seperti apa tengkorak Masseria Candelaro pada zaman Neolitikum. (Kredit gambar: Vicki Herring / Universitas Cambridge)

 

RADARPAPUA - Penemuan arkeologis terbaru di situs Masseria Candelaro, sebuah desa kuno di provinsi Puglia, Italia, telah mengejutkan para peneliti.

Sebuah tumpukan berisi 15 tengkorak manusia yang berasal dari Zaman Neolitik ditemukan dalam struktur unik di desa tersebut, memberikan wawasan baru tentang tradisi penghormatan leluhur masyarakat purba.

Tulang-tulang tersebut, yang terletak di struktur cekung bernama "Struktur Q," ditemukan dalam kondisi aus dan retak.

Penanggalan radiokarbon pada 400 fragmen tulang mengungkapkan bahwa tengkorak-tengkorak ini berasal dari periode antara tahun 5618 hingga 5335 SM, dengan sebagian besar milik laki-laki.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam European Journal of Archaeology, penemuan ini dianggap sangat tidak biasa.

Struktur Q bukanlah area pemakaman, tetapi lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas domestik dan ritual.

Penempatan tengkorak di lapisan atas tanah tanpa perlakuan pemakaman formal menunjukkan bahwa tulang-tulang ini mungkin sengaja ditempatkan di sana sebagai bagian dari ritual.

Jess Thompson, seorang arkeolog dari Universitas Cambridge, menyatakan bahwa temuan ini unik karena tengkorak-tengkorak tersebut ditemukan di dalam bangunan, bukan di situs pemakaman.

Tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tulang-tulang ini menyingkirkan kemungkinan bahwa kepala-kepala ini adalah trofi perang.

Sebaliknya, retakan pada tulang menunjukkan bahwa tengkorak-tengkorak ini diambil dari pemakaman, dikumpulkan, dan digunakan dalam ritual leluhur yang melibatkan generasi penerus.

"Kami percaya bahwa tulang manusia, terutama tengkorak, dianggap memiliki makna dan kekuatan khusus pada masa itu," jelas Thompson. "Interaksi yang berulang dengan tulang-tulang ini menunjukkan pentingnya mereka dalam kehidupan spiritual masyarakat Neolitik."

Penemuan ini memberikan pandangan baru tentang bagaimana masyarakat purba di Italia menghormati leluhur mereka.

Melalui pengumpulan dan penanganan tengkorak, mereka mungkin berusaha menjaga hubungan dengan generasi sebelumnya, memperkuat identitas kolektif, atau memohon perlindungan spiritual.

Namun, misteri di balik tumpukan tengkorak ini masih jauh dari terpecahkan. Para arkeolog berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna memahami sepenuhnya tujuan dan makna dari ritual ini dalam konteks budaya masyarakat Neolitik.

Penemuan di Masseria Candelaro tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang kepercayaan dan tradisi purba, tetapi juga menggambarkan bagaimana masyarakat kuno memandang kehidupan, kematian, dan hubungan dengan leluhur mereka.(RP)

 

Sumber : livescience.com

 

Editor : Via Ponamon
#ritual leluhur #Masseria Candelaro #Arkeologi Italia #tengkorak Neolitik