RADARPAPUA - Para ilmuwan menemukan dua tablet tanah liat kuno berisi tulisan paku di Irak. Tablet ini ternyata menyimpan jejak bahasa kuno Amorite, yang mirip dengan bahasa Ibrani kuno. Bahasa ini sudah lama dianggap "hilang."
Tablet ini, berusia sekitar 4.000 tahun, ditulis oleh orang Amorite, yang dulunya tinggal di Kanaan (sekarang wilayah Suriah, Israel, dan Yordania). Bahasa Amorite ini diterjemahkan ke dalam bahasa Akkadia di tablet tersebut, mirip seperti Batu Rosetta yang membantu para ahli membaca hieroglif Mesir.
Para peneliti, Manfred Krebernik dan Andrew R. George, menyebutkan bahwa tablet ini membuktikan bahasa Amorite itu nyata dan berbeda dari Akkadia. Hasil penelitian mereka telah diterbitkan di jurnal Prancis tentang Assyriology dan Arkeologi Oriental.
Bahasa yang Hilang
Tablet ini ditemukan 30 tahun lalu di Irak, mungkin saat Perang Iran-Irak (1980-1988). Setelah lama tak dipelajari, Krebernik dan George mulai menganalisis tablet ini pada 2016. Mereka menemukan bahwa bahasa ini termasuk dalam keluarga bahasa Semit Barat, seperti Ibrani dan Aram.
Baca Juga: Perpecahan Genetik di Mediterania: Penemuan Baru Tentang Asal Usul Bahasa Indo-Eropa
Tablet tersebut berisi kalimat lengkap dan daftar kata dalam bahasa Amorite. Salah satu bagian menarik adalah daftar nama dewa Amorite yang dibandingkan dengan dewa Mesopotamia, serta ungkapan seperti “menuangkan anggur” yang mirip dengan bahasa Ibrani kuno. Bahkan ada kalimat doa, lagu cinta, dan ucapan selamat datang.
Kaitan dengan Bahasa Lain
Bahasa Akkadia dulunya digunakan di Mesopotamia, termasuk di Babilonia. Banyak tulisan kuno dalam bentuk huruf paku menggunakan bahasa ini, dan tablet seperti ini adalah bagian dari pendidikan di masa itu.
Penemuan ini sangat membantu ahli bahasa untuk memahami evolusi bahasa Semit Barat dan melihat perubahan dari waktu ke waktu. Penelitian ini membuktikan bahwa bahasa kuno dapat menghubungkan kita dengan kehidupan sehari-hari orang-orang di masa lampau. (*)
Editor : Richard Lawongan