Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Kota Zaman Perunggu di China Tunjukkan Kehidupan Elite 3.000 Tahun Lalu!

Richard Lawongan • Kamis, 23 Januari 2025 | 17:28 WIB

Bagian perunggu dari kereta kuda ini digali dari salah satu makam, menunjukkan bahwa seluruh kereta kuda dan mungkin kuda-kuda yang menariknya juga dimakamkan di sana.
Bagian perunggu dari kereta kuda ini digali dari salah satu makam, menunjukkan bahwa seluruh kereta kuda dan mungkin kuda-kuda yang menariknya juga dimakamkan di sana.

RADARPAPUA -
Para peneliti di China baru saja menemukan sebuah kota besar yang berasal dari Zaman Perunggu. Kota ini ditemukan di daerah utara China, tepatnya di situs arkeologi Zhaigou, yang terletak sekitar 110 kilometer dari kota Yulin di provinsi Shaanxi.

Penemuan ini mencakup banyak barang bersejarah, seperti wadah minum dari perunggu, tembikar yang dihiasi lukisan, perhiasan yang dihiasi batu turquoise, dan potongan batu giok yang diukir. Barang-barang ini berusia lebih dari 3.000 tahun dan berasal dari Dinasti Shang, yang memerintah China utara sekitar 1600 SM hingga 1046 SM.

Penemuan ini dilakukan setelah banyak barang kuno ditemukan oleh petani setempat sejak tahun 1940-an. Namun, asal-usul barang-barang tersebut belum diketahui hingga kini. Para arkeolog akhirnya menemukan kota Zaman Perunggu yang lengkap di Zhaigou, yang mencakup lebih dari 1,2 mil persegi atau sekitar 3 kilometer persegi dan tersebar di 11 bukit. Penemuan ini mengungkapkan sejarah panjang kota tersebut.

Baca Juga: Penemuan Tablet Kuno di Irak Buka Rahasia Bahasa yang Hilang Selama Ribuan Tahun

Patung burung perunggu yang bertatahkan potongan pirus ini adalah salah satu dari sekitar 3.000 artefak berusia 3.000 tahun yang ditemukan dari makam elit di situs Zhaigou.
Patung burung perunggu yang bertatahkan potongan pirus ini adalah salah satu dari sekitar 3.000 artefak berusia 3.000 tahun yang ditemukan dari makam elit di situs Zhaigou.

Para ahli mengatakan bahwa situs ini menunjukkan adanya pusat pemukiman dengan bangunan besar, seperti makam-makam, dan struktur lainnya yang menunjukkan status sosial tinggi. Mereka juga menemukan sembilan makam aristokrat, yang tujuh di antaranya memiliki lorong makam. Lorong ini menunjukkan bahwa orang yang dikubur di sana memiliki status sosial yang tinggi.

Kota kuno ini dibangun menggunakan teknik tanah rammed-earth, yaitu mencampur tanah basah yang dipadatkan dalam cetakan. Selain itu, para peneliti juga menemukan bengkel kerajinan dan tempat pembakaran tembikar di sana.

Baca Juga: Pengorbanan Ritual dan Letusan Vulkanik: Bukti Perubahan Iklim di Zaman Neolitik

Tulang yang diukir secara halus dengan desain yang mewakili ikan lele dan bertatahkan potongan pirus.
Tulang yang diukir secara halus dengan desain yang mewakili ikan lele dan bertatahkan potongan pirus.

Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa kereta kuda dari perunggu dan sisa-sisa kuda, yang akan membantu memahami bagaimana kereta kuda muncul di China dan bagaimana adat penguburan kereta kuda berkembang. Lebih dari 200 barang dari makam telah ditemukan, termasuk peralatan dari lakuer yang mirip dengan barang-barang dari situs lain pada zaman Dinasti Shang.

Menurut para ahli, Zhaigou mungkin dulunya adalah ibu kota dari sebuah negara kecil yang kemudian ditaklukkan oleh Dinasti Shang. Setelah itu, negara kecil tersebut membayar upeti kepada Dinasti Shang yang berpusat di Yinxu, Henan. (*)

Editor : Richard Lawongan
#barang kuno #peninggalan #perhiasan #Kota Zaman Perunggu #Kehidupan Elite #penemuan #arkeologi #China #zaman perunggu #barang bersejarah