Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Perempuan Memimpin: Bagaimana Budaya Castro di Iberia Kuno Menempatkan Perempuan di Pusat Jaringan Sosial

Via Ponamon • Jumat, 24 Januari 2025 | 09:21 WIB
foto ( ancientpages.com)
foto ( ancientpages.com)

RADARPAPUA —Masyarakat Castro, yang berkembang di barat laut Semenanjung Iberia dari akhir Zaman Perunggu hingga Zaman Besi, memberikan gambaran unik tentang struktur sosial yang berbeda dengan banyak budaya kuno lainnya.

Berada di wilayah yang kini meliputi Portugal utara dan Spanyol barat laut, budaya ini memunculkan kehidupan yang kaya dengan tradisi yang menempatkan perempuan sebagai pusat jaringan sosial mereka.

Penemuan ini terungkap dari studi DNA kuno yang menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran vital dalam struktur sosial masyarakat Celtic kuno, termasuk dalam hubungan sosial dan mungkin dalam pengambilan keputusan politik.

Temuan ini mengejutkan, mengingat banyak masyarakat pada zaman itu cenderung menempatkan laki-laki sebagai pemimpin utama.

Budaya Castro terkenal dengan pemukiman berbenteng mereka yang disebut "castros." Pemukiman ini biasanya dibangun di atas bukit untuk memanfaatkan pertahanan alami.

Rumah-rumah berbentuk bundar yang terbuat dari batu dengan atap jerami menjadi ciri khas arsitektur mereka.

Tidak hanya sebagai tempat tinggal, pemukiman ini juga mencerminkan pola sosial yang erat dan kolaboratif.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Castro sangat tergantung pada ekonomi berbasis agraria. Mereka menanam tanaman, memelihara hewan ternak, serta terampil dalam kerajinan logam.

Artefak-artefak yang ditemukan menunjukkan adanya hubungan perdagangan dengan budaya Mediterania, yang menandakan keterbukaan masyarakat ini terhadap pengaruh luar.

Kepercayaan spiritual masyarakat Castro juga menarik untuk dikaji. Pemujaan terhadap elemen alam dan leluhur menjadi inti kepercayaan mereka, yang diwujudkan dalam bentuk patung batu dan artefak religius lainnya.

Tradisi ini terus berlanjut, bahkan setelah mereka terintegrasi ke dalam Kekaisaran Romawi.

Budaya Castro membuktikan bahwa peran perempuan dalam masyarakat kuno dapat jauh lebih signifikan daripada yang selama ini diperkirakan.

Dengan perempuan di pusat kehidupan sosial mereka, masyarakat ini menawarkan perspektif baru tentang keragaman struktur sosial yang berkembang sepanjang sejarah manusia.(RP)

 

Sumber : ancientpages.com

Editor : Via Ponamon
#zaman besi #Budaya Castro #masyarakat Iberia #perempuan kuno