RADARPAPUA—Seekor bayi lumba-lumba Irrawaddy langka dan terancam punah terlihat berenang bersama lumba-lumba bungkuk Indo-Pasifik di lepas pantai Kamboja.
Penampakan yang diumumkan Marine Conservation Cambodia (MCC) pada 31 Mei ini menarik perhatian karena kedua spesies jarang berinteraksi kecuali saat mencari makan.
Bayi lumba-lumba tersebut, yang diyakini baru lahir, menunjukkan ciri khas lumba-lumba Irrawaddy, dengan tubuh abu-abu gelap dan wajah berkerut.
Namun, ia ditemukan bersama kelompok lumba-lumba bungkuk yang berwarna merah muda dengan hidung panjang, sehingga interaksi ini menjadi sangat unik.
Becky Chambers, ilmuwan utama Proyek Konservasi Mamalia Laut MCC, menyebut penemuan ini sebagai misteri.
"Ini bukan kabar baik atau buruk, hanya sangat tidak biasa," katanya. Peneliti juga menyebut fenomena ini dapat mencakup perilaku "alloparenting"—di mana spesies lain merawat bayi yang bukan keturunannya.
Namun, ada dugaan bahwa interaksi ini mungkin bukan sepenuhnya bersahabat. Lumba-lumba bungkuk Indo-Pasifik diduga dapat memisahkan induk dari anaknya sebagai bentuk persaingan, meskipun sifat agresif interaksi ini masih belum pasti.
Bayi lumba-lumba tersebut terakhir terlihat pada 23 April, saat lumba-lumba bungkuk Indo-Pasifik bergabung dengan kelompok lumba-lumba Irrawaddy yang memiliki bayi lumba-lumba lain.
Peneliti menduga anak lumba-lumba itu masih bertahan hidup, meski pengamatan terakhir tidak sempat didokumentasikan.
Lumba-lumba Irrawaddy sendiri dikenal dengan kemampuan uniknya memuntahkan air untuk membantu manusia menangkap ikan.
Namun, populasinya terus menurun akibat terjerat alat tangkap dan fragmentasi habitat. Para ilmuwan masih mencoba memahami hubungan antara kedua spesies ini, yang langka dan sama-sama terancam punah.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan