Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Predator Besar di Laut Terdalam Menunjukkan Keajaiban Dunia yang Belum Terungkap

Prisilia Rumengan • Jumat, 24 Januari 2025 | 19:26 WIB
Crustacea yang baru ditemukan Ducibella camanchaca adalah amphipod predator besar pertama yang aktif dari kedalaman ekstrem Palung Atacama.
Crustacea yang baru ditemukan Ducibella camanchaca adalah amphipod predator besar pertama yang aktif dari kedalaman ekstrem Palung Atacama.

RADARPAPUA - Para ilmuwan dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) dan Instituto Milenio de Oceanografía (IMO) berhasil menemukan spesies baru amphipoda predator besar bernama Dulcibella camanchaca.

Spesies ini ditemukan di kedalaman 25.900 kaki (7.902 meter) di Palung Atacama, salah satu wilayah terdalam di Samudra Pasifik bagian timur.

Makhluk berwarna putih ini memiliki ukuran raksasa untuk jenis amphipoda, yaitu sepanjang 1,57 inci (4 cm).

Dengan pelengkap khusus untuk berburu, D. camanchaca menjadi predator aktif pertama yang diketahui dari habitat ekstrem tersebut. Penemuan ini dipublikasikan pada 27 November di jurnal Systematics and Biodiversity.

Nama "Dulcibella" diberikan sebagai penghormatan kepada Dulcinea del Toboso, tokoh dari novel klasik Spanyol Don Quixote. Sementara “camanchaca” berarti “kegelapan” dalam bahasa Andes, merujuk pada habitat dalam yang gelap dan penuh tekanan tempat makhluk ini ditemukan.

Palung Atacama sendiri mencapai kedalaman hingga 26.460 kaki (8.065 meter) dan membentang sejauh 3.666 mil (5.900 km) di sepanjang pantai Peru dan Chili.

Selama ekspedisi Sistem Pengamatan Laut Dalam Terpadu (IDOOS) 2023, empat spesimen D. camanchaca dikumpulkan menggunakan kendaraan pendarat khusus yang dilengkapi perangkap berumpan.

Hasil analisis DNA menunjukkan bahwa spesies ini bukan hanya baru, tetapi juga mewakili genus baru, menandai pencapaian besar dalam studi keanekaragaman hayati laut dalam.

Para ilmuwan percaya bahwa Palung Atacama, dengan tekanan tinggi dan lingkungan gelapnya, menyimpan berbagai spesies unik.

“Penemuan ini membuka wawasan baru tentang ekosistem hadal yang misterius,” ujar Carolina González, peneliti IMO dan salah satu penulis utama studi tersebut.

Ia menambahkan, eksplorasi lebih lanjut dapat mengungkap lebih banyak spesies serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang dampak polusi dan perubahan iklim terhadap ekosistem laut dalam.

Palung Atacama, yang berada di bawah air permukaan kaya nutrisi, menjadi rumah bagi berbagai spesies asli yang menarik perhatian para ilmuwan.

Dengan keberlanjutan eksplorasi, penemuan lain yang tak kalah luar biasa diperkirakan akan menyusul di masa depan.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#predator #keajaiaban #spesies #penemuan #Ilmuwan #hewan #hewan laut