Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Babirusa Sulawesi yang Langka dan Unik, dari Gading Melengkung hingga Sejarah Prasejarah

Prisilia Rumengan • Jumat, 24 Januari 2025 | 19:39 WIB
Babirusa merupakan salah satu anggota keluarga babi tertua yang masih hidup dan hingga tahun 2002, semua babirusa diduga termasuk dalam satu spesies.
Babirusa merupakan salah satu anggota keluarga babi tertua yang masih hidup dan hingga tahun 2002, semua babirusa diduga termasuk dalam satu spesies.

RADARPAPUA - Babirusa (Babyrousa) adalah salah satu satwa paling unik yang berasal dari Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya.

Hewan ini dijuluki "rusa babi" karena gading besar jantan yang melengkung ke atas seperti tanduk rusa.

Gading ini tumbuh terus menerus sepanjang hidup mereka dan bahkan bisa menembus tengkorak jika tidak patah.

Babirusa hidup di hutan hujan dan rawa-rawa, memakan daun, buah, jamur, hingga serangga. Berbeda dengan babi lainnya, babirusa memiliki perut dua bilik seperti domba, yang membuatnya mampu mencerna makanan lebih efisien.

Mereka juga dikenal dengan kemampuan berdiri di kaki belakang untuk meraih makanan di dahan pohon.

Mengapa babirusa dianggap luar biasa? Selain bentuknya yang unik, hewan ini telah digambarkan dalam seni gua sejak hampir 40.000 tahun lalu.

Ilmuwan masih mempelajari tujuan gading babirusa jantan. Meski awalnya diduga untuk bertarung, ternyata gading ini terlalu rapuh untuk digunakan dalam perkelahian.

Saat ini, teori yang lebih diterima adalah bahwa gading digunakan untuk menarik perhatian betina.

Tiga spesies babirusa yang masih hidup saat ini adalah Babirusa Sulawesi Utara (Babyrousa celebensis), Babirusa Buru (Babyrousa babyrussa), dan Babirusa Togian (Babyrousa togeanensis).

Spesies keempat, Babirusa Bola Batu, diketahui telah punah. Setiap spesies memiliki ciri unik, seperti warna bulu atau habitat.

Babirusa diperkirakan menyimpang dari nenek moyang babi lain sekitar 26 juta tahun lalu akibat isolasi geografis di Sulawesi.

Satwa ini juga dikenal sebagai "babi prasejarah," menghubungkan kita dengan zaman purba dan menegaskan pentingnya menjaga keberadaan mereka di alam liar.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#sulawesi #Gading #babirusa #penemuan #Fauna #hewan