Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Baru Makhluk Caecilian Brasil Memberi Susu dan Kulit untuk Anak-anaknya

Prisilia Rumengan • Sabtu, 25 Januari 2025 | 22:17 WIB
Anakan betina berkomunikasi melalui sentuhan fisik dan suara bernada tinggi - suatu bentuk perilaku mengemis, menurut penelitian tersebut.
Anakan betina berkomunikasi melalui sentuhan fisik dan suara bernada tinggi - suatu bentuk perilaku mengemis, menurut penelitian tersebut.

RADARPAPUA - Penelitian baru telah mengungkap perilaku luar biasa dari caecilian bercincin Brasil (Siphonops annulatus), sejenis amfibi yang bertelur.

Untuk pertama kalinya, para peneliti mendokumentasikan induk caecilian betina yang memberi makan bayinya dengan cairan mirip susu, yang sangat kaya akan nutrisi.

Perilaku ini terungkap melalui penelitian yang diterbitkan pada 4 Maret di jurnal Science.

Caecilian ini menghasilkan cairan kental dan transparan melalui kloaka, lubang tunggal yang digunakan untuk ekskresi dan reproduksi.

Anak-anaknya menggunakan gigi mereka untuk menggigit dan menyentuh bagian belakang induknya, merangsang pengeluaran cairan tersebut.

Perilaku ini dianggap sebagai bentuk komunikasi antara induk dan anak, serupa dengan perilaku mengemis yang ditemukan pada beberapa spesies hewan lain.

Susu tersebut, yang dikonsumsi anak-anak caecilian selama dua bulan pertama setelah menetas, mengandung asam lemak rantai panjang.

Komposisi ini mirip dengan susu mamalia, di mana lemak menjadi sumber energi utama bagi pertumbuhan anak.

Selama periode ini, induk tidak meninggalkan anak-anaknya bahkan untuk mencari makan, menunjukkan tingkat pengasuhan yang luar biasa.

Selain cairan seperti susu, caecilian juga memberikan nutrisi lain kepada anak-anaknya dalam bentuk kulit.

Induk yang sedang merenung menghasilkan lapisan kulit khusus yang kaya lemak. Anak-anaknya akan mengikis kulit ini menggunakan giginya.

Proses ini, yang dikenal sebagai dermatotrophy, merupakan salah satu strategi pengasuhan yang unik di dunia hewan.

Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang mengumpulkan caecilian dari negara bagian Bahia, Brasil, dan memelihara mereka di penangkaran.

Anak-anak caecilian yang diteliti masih berada pada tahap awal atau menengah perkembangan, dengan tubuh merah muda dan semi-transparan.

Ahli biologi evolusioner Marvalee Wake dari University of California, Berkeley, menyebut studi ini sebagai langkah besar dalam memahami perilaku caecilian dan evolusi reproduksi amfibi.

"Penemuan ini membuka area penelitian baru tentang biologi caecilian, serta evolusi mode reproduksi dalam arti yang lebih luas," katanya.

Karena sebagian besar caecilian hidup di bawah tanah, perilaku mereka sulit diamati, membuat studi ini menjadi sangat penting untuk memahami makhluk yang misterius ini.

Penemuan ini tidak hanya memperluas wawasan tentang biologi evolusioner tetapi juga menunjukkan betapa kompleksnya strategi pengasuhan dalam dunia hewan.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Brasil #amfibi #penemuan #hewan #unik