RADARPAPUA - Para peneliti akhirnya menemukan jawaban dari misteri "cacing ular" di Alaska. Ternyata, fenomena ini disebabkan oleh sejenis lalat pemakan jamur yang masih muda (larva). Larva-larva ini bergerak bersama dalam barisan panjang, sehingga terlihat seperti ular abu-abu yang melata.
Misteri ini pertama kali muncul pada musim panas tahun 2007 di Ester, Alaska. Seorang penduduk bernama Maggie Billington melihat ribuan larva kecil bergerak berbaris di jalan. Karena keanehan ini, Maggie yang bekerja sukarela di Museum Universitas Alaska langsung mengambil foto dan sampel untuk ditunjukkan kepada Derek Sikes, seorang ahli serangga di museum tersebut.
"Saya mengira mereka adalah larva lalat, tapi saya belum pernah mendengar tentang fenomena seperti ini," kata Sikes. "Ini seperti kasus di film X-Files!"
Baru pada tahun 2021, para ilmuwan memastikan bahwa larva tersebut berasal dari spesies baru yang mereka beri nama Sciara serpens. Spesies ini termasuk keluarga lalat jamur (Sciaridae) yang biasanya memakan bahan organik yang membusuk. Larva lalat ini terlihat seperti ular, kemungkinan untuk menakuti burung atau predator lain agar tidak memakannya. Selain itu, gerakan berbaris mereka juga membantu menjaga kelembapan tubuh saat melintas di tempat kering.
Baca Juga: Patung Sphinx Baru di Mesir Diduga Menampilkan Kaisar Romawi Claudius, Tapi Tidak Semua Sepakat
Para peneliti menemukan bahwa Sciara serpens lebih mirip dengan lalat jamur dari Eropa daripada dengan lalat Amerika Utara lainnya. Hal ini mungkin karena jutaan tahun lalu, Alaska terhubung dengan Eropa dan Asia melalui Jembatan Darat Bering. Saat itu, serangga dari Siberia bisa berpindah ke Alaska, sementara bagian Amerika lainnya terhalang es.
Meski spesies ini sudah diidentifikasi, para ilmuwan masih ingin mempelajari kebiasaan unik larva ini lebih dalam. Mereka juga penasaran dengan kehadiran kumbang yang sering ditemukan bersama larva ini. Ada kemungkinan kumbang tersebut memakan larva, tapi dalam percobaan di laboratorium, kumbang-kumbang itu ternyata lebih sering mengabaikan larva.
Misteri cacing ular di Alaska yang membingungkan selama bertahun-tahun akhirnya terpecahkan, namun masih ada banyak hal menarik yang perlu diteliti dari spesies baru ini. (*)
Editor : Richard Lawongan