RADARPAPUA – Fosil berusia setengah miliar tahun dari makhluk laut Kambrium yang ditemukan dalam kondisi sangat baik telah memberikan wawasan baru tentang evolusi tunikata, kelompok saudara vertebrata.
Fosil ini berasal dari spesies purba Megasiphon thylakos dan menjadi yang tertua dari jenisnya.
Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bentuk awal tunikata serta mengisi celah dalam pohon kehidupan hewan.
Menurut Karma Nanglu, peneliti dari Museum Zoologi Komparatif Universitas Harvard, fosil ini memberikan gambaran tentang kehidupan awal tunikata, gaya hidupnya, serta kesamaannya dengan vertebrata awal.
Tunikata merupakan kelompok invertebrata laut yang memiliki hubungan evolusi dekat dengan vertebrata.
Dengan lebih dari 3.000 spesies modern, tunikata terbagi menjadi dua kelompok utama: ascidiacea yang menjalani metamorfosis dari bentuk larva seperti kecebong menjadi dewasa berbentuk tong, serta appendicularia yang mempertahankan bentuk larvanya sepanjang hidup.
Sebelumnya, belum jelas apakah tunikata pertama lebih mirip dengan ascidiacea atau appendicularia, yang menjadi kunci dalam memahami evolusi vertebrata.
Fosil ini ditemukan dalam koleksi Museum Sejarah Alam Utah setelah pertama kali digali dari Formasi Marjum, Utah.
Setelah dianalisis menggunakan mikroskopi dan fotografi resolusi tinggi, tim peneliti menemukan bahwa struktur fosil ini menyerupai ascidiacea modern. Pita-pita gelap pada fosil menunjukkan susunan otot yang serupa, mengindikasikan bahwa tunikata purba kemungkinan besar memiliki dua fase kehidupan: tahap larva seperti kecebong sebelum bermetamorfosis menjadi bentuk dewasa berbentuk tong.
Penelitian ini juga mendukung hipotesis bahwa bentuk tubuh ascidiacea adalah bentuk leluhur tunikata.
Usia fosil yang mencapai 500 juta tahun sejalan dengan perkiraan berdasarkan jam molekuler DNA.
Temuan ini menjadi langkah penting dalam mengungkap hubungan evolusi antara tunikata dan vertebrata.
Ke depan, Nanglu dan timnya berencana mencari fosil lain yang dapat membantu mengungkap titik persimpangan dalam evolusi deuterostoma, kelompok hewan yang mencakup chordata (termasuk vertebrata), hemichordata (seperti cacing laut), dan echinodermata (seperti bintang laut). “Kami masih mencari hewan lain yang sesuai dengan pohon kehidupan ini,” kata Nanglu.(*)
Editor : Prisilia Rumengan