Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Mengejutkan: Laba-Laba 'Big Boy' Jadi yang Terbesar dan Berbisa di Australia

Richard Lawongan • Selasa, 4 Februari 2025 | 23:50 WIB

Atrax christenseni adalah laba-laba terbesar dari tiga laba-laba jaring corong Sydney yang sebelumnya dianggap sebagai spesies tunggal.
Atrax christenseni adalah laba-laba terbesar dari tiga laba-laba jaring corong Sydney yang sebelumnya dianggap sebagai spesies tunggal.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan menemukan fakta baru tentang salah satu laba-laba paling besar dan mematikan di Australia, yaitu laba-laba funnel-web Sydney. Ternyata, laba-laba ini sebenarnya terdiri dari tiga jenis yang berbeda, dan salah satunya bahkan lebih besar dari yang lain.

Laba-laba funnel-web Sydney (Atrax robustus) berwarna hitam mengilap dan bisa tumbuh hingga sepanjang 3,8 cm. Laba-laba ini dikenal sebagai salah satu yang paling berbisa untuk manusia. Racunnya menyerang sistem saraf dan bisa membahayakan nyawa dalam waktu 15 menit jika tidak segera ditangani.

Tiga Jenis Baru yang Ditemukan

Awalnya, laba-laba ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1877. Namun, penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa laba-laba funnel-web Sydney sebenarnya adalah tiga spesies berbeda.

  1. Atrax robustus: Jenis ini adalah yang pertama kali ditemukan dan hidup di seluruh kota serta pinggiran Sydney.
  2. Atrax montanus: Jenis ini ditemukan di hutan hujan di selatan dan barat Sydney. Peneliti sebelumnya sempat menganggap spesies ini tidak ada, tapi penelitian terbaru membuktikan keberadaannya.
  3. Atrax christenseni: Jenis ini adalah yang terbesar, dijuluki "big boys," dan ditemukan di sekitar kota Newcastle, sekitar 170 km utara Sydney. Ukurannya bisa mencapai 9 cm.

Antivenom dan Keamanan

Peneliti juga menyebut bahwa racun dari ketiga spesies ini memiliki perbedaan. Informasi ini bisa membantu para ilmuwan membuat antivenom yang lebih efektif untuk setiap jenis laba-laba.

Meskipun tidak agresif, laba-laba ini bisa menyerang jika merasa terancam. Jika melihatnya, lebih baik berhati-hati. Namun, kabar baiknya adalah antivenom pertama untuk laba-laba ini sudah ada sejak 1981, dan sejak itu tidak ada korban jiwa yang tercatat.

Penelitian ini sangat penting karena membantu kita memahami lebih dalam tentang spesies berbahaya ini dan cara melindungi diri dari gigitan mereka.

Fakta Menarik

Atrax christenseni dinamai dari Kane Christensen, mantan kepala departemen laba-laba di Australian Reptile Park, yang pertama kali menggambarkan spesies ini pada awal 2000-an.

Jadi, meski laba-laba ini berbahaya, ilmu pengetahuan terus berkembang untuk melindungi manusia dari ancamannya. (*)

Editor : Richard Lawongan
#laba laba #Penemuan mengejutkan #Berbisa #Ilmuwan #Laba Laba Big Boy #Terbesar #arkeologi #Australia