Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Langka Berumur 280 Juta Tahun Ternyata Sebagian Besar Hanya Lukisan

Richard Lawongan • Rabu, 5 Februari 2025 | 17:38 WIB

Garis gelap pada fosil tersebut dikira sebagai kulit yang diawetkan, tetapi itu adalah cat.
Garis gelap pada fosil tersebut dikira sebagai kulit yang diawetkan, tetapi itu adalah cat.

RADARPAPUA -
Sebuah fosil langka yang ditemukan di Pegunungan Alpen Italia pada tahun 1931 ternyata tidak sepenuhnya asli. Fosil berusia 280 juta tahun yang diberi nama Tridentinosaurus antiquus itu awalnya diduga memiliki kulit yang terawetkan. Namun, setelah diperiksa ulang dengan teknologi modern, ilmuwan menemukan bahwa sebagian besar fosil itu hanyalah batu yang diukir dan dicat hitam.

Para peneliti menggunakan teknik seperti pemodelan 3D, fotografi ultraviolet (UV), mikroskop canggih, dan analisis kimia untuk mempelajari fosil ini. Mereka menemukan bahwa kulit yang terlihat sebenarnya hanyalah pigmen buatan bernama "bone black," yang sering digunakan sebagai cat.

Namun, fosil ini tidak sepenuhnya palsu. Beberapa bagian tubuhnya, seperti tulang kaki belakang dan sisik kecil, masih asli. Penulis utama penelitian, Valentina Rossi, seorang ahli paleobiologi dari University College Cork di Irlandia, menjelaskan bahwa ini mungkin adalah hasil dari teknik persiapan fosil yang kurang baik di masa lalu, bukan penipuan yang disengaja.

Fosil itu bersinar kuning di bawah sinar UV, menampakkan semacam lapisan yang diaplikasikan oleh manusia.
Fosil itu bersinar kuning di bawah sinar UV, menampakkan semacam lapisan yang diaplikasikan oleh manusia.

Saat ditemukan, fosil ini dianggap sebagai penemuan besar karena kebanyakan fosil dari periode Permian (299-252 juta tahun yang lalu) di Pegunungan Alpen biasanya hanya berupa jejak hewan, bukan tulang. Peneliti sebelumnya, Piero Leonardi, pada tahun 1959 menyimpulkan bahwa fosil ini memiliki jaringan lunak yang terawetkan. Namun, pada masa itu, teknologi untuk memeriksa fosil belum sebaik sekarang.

Studi terbaru ini juga mengungkap bahwa bentuk tubuh fosil mungkin merupakan hasil imajinasi orang yang menemukannya. Mereka mungkin melihat tulang kaki asli dan mencoba menggambar sisa tubuhnya agar menyerupai kadal. Cat hitam kemungkinan digunakan untuk mempertegas bentuknya.

Meskipun sebagian besar fosil ini buatan, Rossi dan timnya percaya bahwa fosil ini berasal dari hewan mirip reptil. Namun, identitas pastinya masih belum diketahui karena tulangnya sangat rusak dan sulit dibandingkan dengan spesies lain.

"Kami masih berpikir ini adalah makhluk mirip reptil," kata Rossi.

Fosil ini mengajarkan bahwa meskipun teknologi modern dapat mengungkap kebenaran, fosil tetap menjadi jendela penting untuk memahami sejarah kehidupan di Bumi. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Fosil palsu #lukisan #paleontologi #Fosil purba #Reptil kuno #Tridentinosaurus antiquus #Berumur 280 Juta Tahun #Fosil langka #Kulit fosil