Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil "Blob" 300 Juta Tahun Ini Ternyata Terbalik: Bukan Ubur-Ubur, Tapi Ikan Lele, Eh Anemon Laut!

Richard Lawongan • Rabu, 5 Februari 2025 | 17:49 WIB

Anemon laut purba yang fosilnya yang menggembung dikira ubur-ubur.
Anemon laut purba yang fosilnya yang menggembung dikira ubur-ubur.

RADARPAPUA -
Penemuan kadang bukan soal mencari hal baru, tapi melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda. Hal ini persis terjadi pada fosil anemon laut yang dulu disangka ubur-ubur, hanya karena cara melihatnya yang terbalik.

Fosil ini pertama kali ditemukan pada tahun 1971 di Mazon Creek, Illinois, dan dikenal mudah ditemukan meski tidak memiliki kerangka. Wilayah ini terkenal dengan fosil-fosil makhluk air dari 309 juta tahun lalu, zaman Karbon yang hangat dan lembap. Fosil di sana termasuk langka karena mampu mengabadikan hewan bertubuh lunak seperti ubur-ubur, yang biasanya sulit terawetkan.

Selama ini, fosil yang diberi nama Essexella asherae atau dikenal dengan julukan "the blobs" dianggap sebagai ubur-ubur aneh. Namun, pada 2016, Roy Plotnick, seorang ahli paleontologi, merasa ada yang janggal dengan fosil tersebut.

"Saya selalu berpikir, 'Ini terlihat tidak seperti ubur-ubur,'" ujar Plotnick. Rasa penasarannya membuat ia mengajak James Hagadorn dan Graham Young, pakar fosil ubur-ubur, untuk meneliti ulang ribuan fosil E. asherae di museum-museum.

Essexella, fosil anemon laut berusia 309 juta tahun dari Illinois.
Essexella, fosil anemon laut berusia 309 juta tahun dari Illinois.

Hasilnya mengejutkan! Setelah diperiksa lebih cermat, bagian yang sebelumnya dianggap kepala ubur-ubur ternyata adalah "kaki" berotot yang digunakan anemon laut untuk menempel di dasar laut. Fosil itu bukan ubur-ubur, melainkan anemon laut berbentuk bulat dengan tubuh seperti tong dan lubang di atas untuk makan.

Penelitian juga mengungkap bahwa siput kecil yang ditemukan bersama fosil bukanlah parasit ubur-ubur, melainkan pemakan bangkai anemon tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa para ilmuwan dulu salah mengidentifikasi fosil ini, baik dari spesies hingga ke golongan taksonominya.

Kini, E. asherae resmi dikelompokkan sebagai anemon laut, bukan ubur-ubur. Penemuan ini benar-benar membalik pemahaman kita tentang salah satu fosil paling terkenal dari Mazon Creek! (*)

Editor : Richard Lawongan
#Blob #ikan lele #fosil #anemon laut #Ubur Ubur #paleontologi #Evolusi hewan #Identifikasi fosil