Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Dinosaurus Bertanduk Raksasa Hancur dalam Perang Dunia II – Tapi Foto Mengungkap Spesies yang Belum Dikenal

Richard Lawongan • Kamis, 6 Februari 2025 | 23:32 WIB

Rekonstruksi seniman dari Tameryraptor markgrafi.
Rekonstruksi seniman dari Tameryraptor markgrafi.

RADARPAPUA -
Para peneliti baru-baru ini menemukan spesies dinosaurus besar yang belum pernah diketahui sebelumnya setelah menemukan foto-foto fosil yang hancur saat Perang Dunia II.

Spesies baru ini diberi nama Tameryraptor markgrafi, atau "pencuri dari tanah tercinta". Dinosaurus ini hidup di Mesir 95 juta tahun lalu dan memiliki panjang sekitar 10 meter. Ini adalah salah satu pemangsa darat terbesar yang pernah ada.

Fosil dinosaurus ini pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Jerman di Oasis Bahariya, Gurun Barat Mesir pada tahun 1914. Fosil tersebut kemudian disimpan di Museum Paleontologi dan Geologi Negara Bavaria di Jerman. Namun, pada tahun 1944, bangunan tempat fosil tersebut disimpan terbakar akibat serangan udara Perang Dunia II dan fosil-fosil itu hancur.

Baru-baru ini, para peneliti menemukan foto-foto fosil yang belum pernah diketahui sebelumnya di Universitas Tübingen, Jerman. Foto-foto itu menunjukkan fosil dinosaurus yang dipajang pada tahun 1940-an. Pada saat itu, fosil ini dianggap milik dinosaurus besar yang bernama Carcharodontosaurus, tetapi setelah dilihat lebih dekat, ternyata fosil tersebut memiliki tanduk besar, otak depan yang lebih besar, dan ciri-ciri lain yang tidak ada pada fosil Carcharodontosaurus.

Sisa-sisa kerangka Tameryraptor markgrafi di Alte Akademie sebelum dihancurkan pada Perang Dunia II.
Sisa-sisa kerangka Tameryraptor markgrafi di Alte Akademie sebelum dihancurkan pada Perang Dunia II.

"Awalnya saya agak bingung saat menemukan foto-foto baru ini, tapi kemudian saya sangat bersemangat," kata Maximilian Kellermann, salah satu penulis penelitian ini.

Fosil Mesir ini pertama kali dikategorikan oleh ilmuwan Jerman Ernst Stromer yang menganggap fosil ini mirip dengan dinosaurus yang ditemukan di Aljazair dan hanya dikenal dari giginya. Stromer memberi nama kelompok baru Carcharodontosaurus untuk mencakup fosil-fosil tersebut.

Namun, setelah membandingkan foto-foto fosil yang hilang dengan fosil lain yang lebih lengkap dari Maroko, para peneliti menyadari bahwa fosil Mesir tersebut tidak cocok dengan kelompok Carcharodontosaurus.

Biasanya, peneliti harus melihat langsung fosil untuk mengenalkan spesies baru, tapi dalam kasus ini, para peneliti menyebutnya sebagai kasus yang "luar biasa". Nama spesies baru, Tameryraptor, menggabungkan nama kuno Mesir "Ta-Mery" yang berarti "tanah yang dijanjikan" dan kata Latin "raptor" yang berarti "pencuri". Nama spesies markgrafi diberikan untuk menghormati kolektor fosil Jerman, Richard Markgraf, yang menemukan fosil dinosaurus ini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan dinosaurus di Afrika Utara lebih beragam daripada yang kita duga sebelumnya, namun masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk memahami dinosaurus-dinosaurus di wilayah ini lebih dalam. (*)

Editor : Richard Lawongan
#dinosaurus besar #spesies baru #Dinosaurus Bertanduk Raksasa #penelitian #fosil dinosaurus #penemuan #perang dunia ii #spesies dinosaurus