Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tertembak di Kepala pada 1938, Tentara Spanyol Hidup dengan Dunia yang Terbalik hingga Akhir Hayat

Prisilia Rumengan • Sabtu, 8 Februari 2025 | 19:37 WIB
Ilustrasi melihat dengan terbalik
Ilustrasi melihat dengan terbalik

RADARPAPUA— Seorang tentara Spanyol berusia 25 tahun mengalami perubahan persepsi aneh setelah tertembak di kepala pada 1938 selama Perang Saudara Spanyol. Dalam kasus yang menjadi perhatian dunia medis, pria yang disebut sebagai "Pasien M" mulai melihat dunia secara terbalik, seolah-olah seperti bayangan di cermin.

Tidak hanya penglihatannya yang terbalik, tetapi suara dan sentuhan yang dirasakannya juga mengalami distorsi.

Dokter yang menangani kasus ini adalah Justo Gonzalo Rodríguez-Leal, seorang ahli saraf di Rumah Sakit Kesehatan Militer Godella, Valencia. Gonzalo mencatat bahwa setelah sadar dari lukanya, Pasien M kehilangan sebagian penglihatannya dan melihat benda di sisi yang berlawanan dari lokasi sebenarnya. Bahkan, ia dapat membaca tulisan normal maupun terbalik dengan mudah.

"Kondisi ini membuatnya bisa membaca koran dalam posisi apa pun tanpa kesulitan," tulis Gonzalo dalam bukunya Dinamika Otak (1945).

Keanehan lainnya, Pasien M melihat orang-orang berjalan terbalik, tetapi tidak merasa terganggu dengan hal itu. Ia hanya menganggapnya sebagai sesuatu yang terjadi sesekali.

Kasus ini mendorong Gonzalo mengembangkan teori baru tentang cara kerja otak. Berbeda dari teori modular yang umum saat itu, ia berpendapat bahwa efek cedera otak bergantung pada ukuran dan lokasi luka, bukan hanya bagian spesifik yang rusak.

Dengan mempelajari Pasien M dan ratusan kasus lain, ia mengidentifikasi tiga sindrom utama akibat cedera otak: sentral, paracentral, dan marjinal, masing-masing memengaruhi berbagai indera dalam tingkat yang berbeda.

Sayangnya, teori Gonzalo tidak diterima secara luas pada masanya karena bertentangan dengan pemahaman neurologi saat itu.

Namun, penelitian modern mulai mengakui bahwa pendekatannya dalam memahami otak lebih akurat dibanding teori modular klasik.

Tanpa pengobatan, Pasien M menjalani sisa hidupnya dengan dunia yang terbalik hingga ia meninggal pada akhir 1990-an.

Kasusnya menjadi salah satu bukti luar biasa tentang bagaimana otak dapat beradaptasi dengan perubahan yang ekstrem.(*)

Editor : Prisilia Rumengan
#Tentara #SPANYOL #operasi #melihat #tertembak #dunia terbalik #kepala